Health & Fitness Lifestyle
Beranda / Lifestyle / Tren Lifestyle 2026, Masyarakat Indonesia Makin Andalkan Teknologi untuk Hidup Sehat

Tren Lifestyle 2026, Masyarakat Indonesia Makin Andalkan Teknologi untuk Hidup Sehat

Perempuan berolahraga menggunakan smartwatch dengan dukungan aplikasi kesehatan dan pola makan sehat sebagai ilustrasi tren lifestyle 2026.
Ilustrasi gaya hidup sehat yang didukung smartwatch, aplikasi kesehatan, olahraga, dan pola makan seimbang. Foto: Ilustrasi AI/WARTAINDONESIA.CO.ID

JAKARTA, WARTAINDONESIA.CO.ID – Gaya hidup sehat semakin menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia. Aktivitas olahraga, pengaturan pola makan hingga pemantauan kualitas tidur kini semakin banyak didukung teknologi digital.

Survei Voice of the Consumer 2026 yang dirilis PwC Indonesia menunjukkan sebanyak 59 persen konsumen Indonesia memprioritaskan hidup lebih panjang dan sehat sebagai aspirasi utama dalam kesehatan dan wellness.

Penggunaan teknologi kesehatan juga semakin luas. Sebanyak 86 persen konsumen telah menggunakan aplikasi kesehatan atau perangkat wearable, sedangkan tingkat penggunaannya di kalangan konsumen muda mencapai sekitar 90 persen.

Perubahan tersebut menunjukkan bahwa konsep hidup sehat tidak lagi sebatas melakukan olahraga sesekali, tetapi berkembang menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari.

Olahraga Jadi Bagian Gaya Hidup

Survei yang sama mencatat sebanyak 58 persen konsumen Indonesia secara rutin melakukan aktivitas kebugaran, sementara 38 persen mengaku menghabiskan lebih banyak waktu untuk melakukan aktivitas di luar ruangan.

AI Ubah Cara Konsumen Menemukan Merek, Strategi Marketing Mulai Bergeser

Tren tersebut lebih kuat terlihat pada kelompok usia muda. Sekitar 61 persen konsumen dari generasi muda rutin berolahraga, lebih tinggi dibandingkan kelompok usia lebih tua yang tercatat sekitar 43 persen.

Belanja masyarakat untuk mendukung aktivitas kebugaran pun mulai meningkat. Konsumen muda tercatat lebih banyak mengeluarkan biaya untuk keanggotaan pusat kebugaran, kelas olahraga maupun personal trainer.

Tidur dan Pola Makan Mulai Dipantau Digital

Teknologi juga mulai digunakan untuk memantau sejumlah aspek kesehatan sehari-hari.

Sebanyak 37 persen konsumen menggunakan perangkat atau layanan digital untuk membantu meningkatkan kualitas tidur. Sementara itu, sekitar 28 persen mulai merencanakan pola makan dan asupan nutrisi secara lebih aktif.

Perangkat seperti smartwatch, smart band hingga aplikasi kesehatan pada telepon pintar membuat pengguna dapat memantau sejumlah indikator kebugaran secara lebih mudah.

China Bangun Jaringan Komputasi Nasional, Satukan Pusat Data untuk Perkuat Industri AI

Data yang tersedia mulai dari jumlah langkah kaki, durasi olahraga, detak jantung hingga pola tidur.

AI Mulai Jadi Rujukan Informasi Kesehatan

Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) turut memengaruhi perilaku masyarakat dalam mencari informasi kesehatan.

Survei PwC menunjukkan 71 persen konsumen Indonesia menyatakan akan menjadikan AI sebagai salah satu rujukan pertama ketika mencari jawaban atas pertanyaan terkait kesehatan.

Meski demikian, penggunaan teknologi tidak menggantikan kebutuhan terhadap tenaga kesehatan profesional, terutama untuk diagnosis dan penanganan kondisi medis.

Perubahan perilaku konsumen tersebut memperlihatkan bahwa teknologi, kesehatan dan gaya hidup semakin saling terhubung.

Tren wellness juga tidak lagi hanya berfokus pada olahraga, tetapi mencakup pola makan, tidur, pemeriksaan kesehatan preventif hingga kesehatan mental.

Bagi industri, perubahan gaya hidup ini membuka ruang pertumbuhan bagi berbagai layanan, mulai dari pusat kebugaran, makanan sehat, perangkat wearable, aplikasi kesehatan hingga layanan berbasis teknologi yang menawarkan pengalaman lebih personal.

Sumber data: PwC Indonesia, Voice of the Consumer 2026 Survey.

Editor: Adam NW 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *