Kebijakan Penggunaan Kecerdasan Buatan (AI)

Beranda / Kebijakan Penggunaan Kecerdasan Buatan (AI)

WartaIndonesia.co.id

Warta Negeri, Suara Indonesia

WartaIndonesia.co.id memanfaatkan perkembangan teknologi digital untuk mendukung proses jurnalistik, distribusi informasi, pengelolaan konten, dan efisiensi kerja redaksi.

Salah satu teknologi yang dapat digunakan adalah Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Penggunaan AI di lingkungan WartaIndonesia.co.id dilakukan secara bertanggung jawab, transparan, terukur, dan tetap berada di bawah kendali editorial manusia.

Kebijakan ini disusun sebagai pedoman bagi seluruh jajaran redaksi, manajemen, kontributor, koresponden, fotografer, editor, dan pihak lain yang terlibat dalam produksi konten WartaIndonesia.co.id.


1. Prinsip Umum

WartaIndonesia.co.id memandang AI sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganti wartawan, editor, narasumber, maupun tanggung jawab jurnalistik.

Setiap penggunaan AI harus tetap tunduk pada:

  • Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers;
  • Kode Etik Jurnalistik;
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber;
  • ketentuan perlindungan data;
  • ketentuan hak cipta;
  • serta peraturan perundang-undangan lain yang berlaku.

2. Tujuan Penggunaan AI

AI dapat digunakan untuk membantu meningkatkan:

  • efisiensi kerja redaksi;
  • kecepatan pengolahan informasi;
  • kualitas penyuntingan;
  • pengolahan data;
  • pencarian ide;
  • optimasi distribusi;
  • analisis tren;
  • produksi multimedia;
  • serta pengembangan layanan digital.

Pemanfaatan AI tidak boleh mengurangi standar akurasi, verifikasi, keberimbangan, dan tanggung jawab editorial.


3. AI sebagai Alat Bantu Jurnalistik

WartaIndonesia.co.id dapat menggunakan AI dalam kegiatan seperti:

  • transkripsi wawancara;
  • penerjemahan;
  • penyuntingan bahasa;
  • perbaikan ejaan;
  • penyusunan ringkasan;
  • pengelompokan data;
  • riset awal;
  • pencarian pola dalam data;
  • brainstorming judul;
  • penyusunan struktur artikel;
  • optimasi SEO;
  • pembuatan metadata;
  • analisis audiens;
  • produksi ilustrasi;
  • pembuatan infografik;
  • pengolahan audio dan video;
  • serta otomatisasi pekerjaan administratif.

4. Tanggung Jawab Manusia Tetap Utama

Setiap konten yang dibantu AI tetap menjadi tanggung jawab manusia.

Sebelum dipublikasikan, konten harus diperiksa oleh wartawan, editor, atau redaktur yang bertanggung jawab.

Redaksi wajib memastikan:

  • fakta benar;
  • data valid;
  • kutipan akurat;
  • konteks tepat;
  • tidak ada informasi palsu;
  • tidak ada fabrikasi;
  • serta tidak ada pelanggaran etika jurnalistik.

AI tidak boleh dijadikan alasan untuk membenarkan kesalahan pemberitaan.


5. Verifikasi Wajib

Informasi yang dihasilkan AI tidak boleh langsung dianggap sebagai fakta.

Setiap informasi penting harus diverifikasi menggunakan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.

Verifikasi dapat dilakukan melalui:

  • wawancara narasumber;
  • dokumen resmi;
  • situs resmi;
  • data pemerintah;
  • laporan institusi;
  • publikasi ilmiah;
  • atau sumber kredibel lainnya.

AI tidak boleh menjadi satu-satunya sumber untuk informasi faktual yang berisiko tinggi.


6. Larangan Membuat Fakta Palsu

AI tidak boleh digunakan untuk:

  • menciptakan peristiwa yang tidak pernah terjadi;
  • membuat narasumber fiktif;
  • membuat kutipan palsu;
  • membuat pernyataan yang tidak pernah disampaikan;
  • menciptakan data palsu;
  • memalsukan dokumen;
  • mengarang hasil survei;
  • atau menciptakan fakta lain yang dapat menyesatkan publik.

Setiap bentuk fabrikasi informasi dilarang.


7. Kutipan Narasumber

Kutipan yang dimuat dalam berita harus berasal dari sumber yang nyata.

AI tidak diperbolehkan:

  • menciptakan kutipan;
  • mengubah makna kutipan;
  • menambahkan pernyataan;
  • atau menghubungkan pernyataan kepada narasumber tanpa bukti.

AI hanya boleh membantu merapikan transkripsi selama makna asli tetap dipertahankan.


8. Penggunaan AI dalam Penulisan Berita

AI dapat digunakan untuk membantu:

  • menyusun draft;
  • merangkum data;
  • membuat kerangka tulisan;
  • mengembangkan pertanyaan wawancara;
  • menyusun alternatif judul;
  • menyunting bahasa;
  • atau memperbaiki struktur berita.

Namun, berita tetap harus melalui proses editorial manusia.

Redaksi bertanggung jawab atas hasil akhir yang diterbitkan.


9. Penggunaan AI untuk Berita Aktual

Dalam berita aktual atau breaking news, penggunaan AI harus dilakukan dengan kehati-hatian lebih tinggi.

AI tidak boleh digunakan untuk:

  • menebak perkembangan peristiwa;
  • menyimpulkan fakta yang belum terkonfirmasi;
  • memprediksi motif;
  • atau menambahkan informasi yang belum diverifikasi.

Kecepatan tidak boleh mengalahkan akurasi.


10. AI untuk Riset

AI dapat digunakan untuk membantu riset awal.

Namun hasil riset AI wajib diperiksa ulang karena AI dapat:

  • memberikan informasi tidak akurat;
  • mencampurkan data lama dan baru;
  • salah memahami konteks;
  • atau menghasilkan informasi yang terdengar meyakinkan tetapi tidak benar.

Riset final harus tetap menggunakan sumber primer atau sumber kredibel.


11. AI untuk Judul dan SEO

AI dapat digunakan untuk membantu:

  • membuat alternatif judul;
  • meta description;
  • keyword;
  • tag;
  • slug;
  • headline media sosial;
  • dan struktur SEO.

Namun judul tidak boleh:

  • menyesatkan;
  • clickbait berlebihan;
  • membesar-besarkan fakta;
  • memanipulasi emosi;
  • atau tidak sesuai dengan isi berita.

12. AI untuk Foto dan Ilustrasi

WartaIndonesia.co.id dapat menggunakan AI untuk membuat ilustrasi visual.

Penggunaan AI untuk ilustrasi harus diberi keterangan apabila visual tersebut berpotensi dianggap sebagai dokumentasi faktual.

Contoh keterangan:

Ilustrasi dibuat dengan bantuan kecerdasan buatan (AI).

atau:

Ilustrasi AI/WartaIndonesia.co.id

AI tidak boleh digunakan untuk membuat visual seolah-olah menggambarkan peristiwa nyata yang sebenarnya tidak pernah didokumentasikan.


13. Larangan Deepfake Menyesatkan

WartaIndonesia.co.id tidak menggunakan AI untuk menciptakan:

  • video palsu;
  • suara palsu;
  • wajah palsu;
  • deepfake tokoh;
  • rekaman palsu;
  • atau materi manipulatif

yang dapat membuat publik percaya bahwa suatu peristiwa nyata terjadi padahal tidak.

Penggunaan teknologi manipulasi hanya diperbolehkan dalam konteks edukasi, demonstrasi, atau ilustrasi yang diberi keterangan secara sangat jelas.


14. Manipulasi Foto

AI tidak boleh digunakan untuk mengubah foto jurnalistik dengan cara yang mengubah substansi peristiwa.

Perubahan yang diperbolehkan sebatas:

  • cropping;
  • penyesuaian ukuran;
  • peningkatan kualitas teknis;
  • koreksi pencahayaan;
  • atau penyesuaian ringan lain

selama tidak mengubah fakta visual.


15. Penggunaan AI dalam Video

AI dapat digunakan untuk membantu:

  • transkripsi;
  • subtitle;
  • editing;
  • noise reduction;
  • pemotongan video;
  • penerjemahan;
  • voice enhancement;
  • dan optimasi distribusi.

AI tidak boleh digunakan untuk memalsukan ucapan seseorang.


16. Penggunaan AI Voice

Penggunaan suara sintetis atau AI voice diperbolehkan untuk:

  • narasi video;
  • explainer;
  • konten edukatif;
  • atau produk non-dokumenter.

Jika suara AI dapat menimbulkan kesan bahwa suara tersebut milik orang nyata tertentu, redaksi wajib memberikan penjelasan.


17. Perlindungan Data

Data sensitif tidak boleh dimasukkan ke sistem AI publik tanpa pertimbangan keamanan.

Data sensitif dapat mencakup:

  • identitas narasumber rahasia;
  • nomor identitas;
  • dokumen internal;
  • data investigasi;
  • informasi belum dipublikasikan;
  • data pribadi;
  • informasi hukum;
  • serta dokumen rahasia.

18. Narasumber Rahasia

Informasi mengenai narasumber anonim atau rahasia tidak boleh dimasukkan ke layanan AI pihak ketiga jika berpotensi membuka identitas sumber.

Perlindungan sumber tetap menjadi prioritas.


19. Hak Cipta

Penggunaan AI harus tetap menghormati hak cipta.

Redaksi dilarang menggunakan AI untuk:

  • menyalin karya pihak lain secara utuh;
  • menjiplak artikel;
  • memodifikasi karya berhak cipta untuk menghindari atribusi;
  • atau mengklaim karya pihak lain sebagai karya redaksi.

Konten hasil AI juga tetap harus diperiksa agar tidak meniru karya tertentu secara tidak sah.


20. Plagiarisme

AI tidak boleh digunakan sebagai alat untuk melakukan plagiarisme.

Apabila AI digunakan untuk membantu menulis berdasarkan sumber tertentu, redaksi wajib:

  • memahami sumber;
  • menulis dengan struktur original;
  • melakukan verifikasi;
  • memberikan atribusi jika diperlukan;
  • serta tidak menyalin secara substansial.

21. Bias AI

Redaksi menyadari bahwa sistem AI dapat mengandung bias.

Karena itu, konten yang dibantu AI harus diperiksa terhadap kemungkinan:

  • bias politik;
  • bias sosial;
  • bias budaya;
  • bias gender;
  • stereotip;
  • diskriminasi;
  • atau framing yang tidak proporsional.

Keputusan editorial tetap berada pada manusia.


22. AI dan Berita Politik

Dalam pemberitaan politik, AI hanya digunakan sebagai alat bantu teknis.

AI tidak boleh digunakan untuk:

  • membuat propaganda;
  • memanipulasi persepsi publik;
  • mengarang dukungan politik;
  • menciptakan pernyataan palsu;
  • atau membuat konten yang menyamar sebagai dukungan redaksi kepada pihak tertentu.

Pemberitaan politik tetap harus mengutamakan independensi, akurasi, dan keberimbangan.


23. AI dan Berita Hukum

Untuk pemberitaan hukum, AI tidak boleh digunakan untuk menyimpulkan bahwa seseorang bersalah.

Redaksi wajib tetap menerapkan asas praduga tak bersalah.

Status hukum seseorang harus mengacu pada informasi resmi dan proses hukum yang dapat diverifikasi.


24. AI dan Berita Kesehatan

Informasi kesehatan yang dibantu AI wajib diverifikasi dengan:

  • tenaga kesehatan;
  • lembaga resmi;
  • jurnal ilmiah;
  • atau sumber medis kredibel.

AI tidak boleh digunakan untuk memberikan diagnosis kepada pembaca.


25. AI dan Data Statistik

Angka yang dihasilkan AI harus diverifikasi.

Sumber statistik harus disebutkan jika relevan.

Redaksi tidak boleh menerbitkan angka, survei, atau data yang hanya dihasilkan AI tanpa sumber yang jelas.


26. Transparansi kepada Pembaca

WartaIndonesia.co.id dapat memberikan keterangan penggunaan AI apabila:

  • sebagian besar konten dibuat dengan bantuan AI;
  • ilustrasi AI digunakan;
  • suara sintetis digunakan;
  • visual sintetis digunakan;
  • atau penggunaan AI dapat memengaruhi pemahaman pembaca terhadap sifat konten.

Transparansi dilakukan secara proporsional.


27. Label Konten AI

Label yang dapat digunakan antara lain:

Ilustrasi AI

Dibuat dengan bantuan AI

Konten ini disusun dengan bantuan teknologi AI dan telah melalui proses editorial

atau label lain sesuai konteks.


28. Konten Otomatis

WartaIndonesia.co.id dapat menggunakan sistem otomatis untuk konten berbasis data, seperti:

  • jadwal;
  • cuaca;
  • harga;
  • skor;
  • data pasar;
  • atau statistik tertentu.

Konten otomatis tetap harus diawasi dan sumber datanya harus dapat dipertanggungjawabkan.


29. Pengawasan Editor

Konten yang dibantu AI harus tetap berada di bawah pengawasan editor.

Editor bertanggung jawab memastikan:

  • akurasi;
  • struktur;
  • bahasa;
  • etika;
  • konteks;
  • relevansi;
  • dan kepatuhan terhadap standar redaksi.

30. Larangan Publikasi Tanpa Pemeriksaan

Konten jurnalistik yang sepenuhnya dihasilkan AI tidak boleh dipublikasikan secara otomatis tanpa pemeriksaan manusia.

Setidaknya satu orang dari tim editorial harus melakukan review sebelum publikasi.


31. Akuntabilitas

Apabila terdapat kesalahan pada konten yang dibantu AI, tanggung jawab tetap berada pada WartaIndonesia.co.id.

Redaksi tidak akan menyalahkan teknologi AI sebagai alasan atas kesalahan jurnalistik.

Jika diperlukan, redaksi akan:

  • melakukan koreksi;
  • ralat;
  • pembaruan;
  • klarifikasi;
  • atau hak jawab.

32. Pelaporan Kesalahan AI

Apabila pembaca menemukan dugaan kesalahan yang mungkin berasal dari penggunaan AI, laporan dapat disampaikan kepada:

Email:
redaksi@wartaindonesia.co.id

WhatsApp:
0857-5049-3769

Redaksi akan melakukan pemeriksaan dan koreksi apabila diperlukan.


33. Pelatihan Internal

WartaIndonesia.co.id mendorong wartawan dan editor untuk memahami:

  • cara kerja AI;
  • keterbatasan AI;
  • risiko halusinasi;
  • keamanan data;
  • hak cipta;
  • verifikasi;
  • etika penggunaan AI;
  • serta perkembangan teknologi jurnalistik.

34. Evaluasi Teknologi

Setiap alat AI baru yang digunakan secara rutin oleh redaksi dapat dievaluasi berdasarkan:

  • keamanan;
  • akurasi;
  • privasi;
  • legalitas;
  • kualitas hasil;
  • kebutuhan editorial;
  • dan potensi risiko.

35. Penggunaan AI oleh Kontributor

Kontributor, kolumnis, dan penulis tamu yang menggunakan AI tetap bertanggung jawab atas karya yang dikirim.

WartaIndonesia.co.id berhak:

  • meminta klarifikasi;
  • melakukan pemeriksaan;
  • menolak tulisan;
  • atau mencabut publikasi

apabila ditemukan pelanggaran kebijakan AI, plagiarisme, atau fabrikasi.


36. Karya Opini

AI dapat membantu penyuntingan tulisan opini.

Namun pandangan dan argumentasi utama harus menjadi tanggung jawab penulis.

AI tidak boleh digunakan untuk menciptakan kutipan akademik, sumber, atau referensi palsu.


37. Konten Komersial

Penggunaan AI dalam advertorial atau sponsored content tetap harus mengikuti prinsip:

  • tidak menyesatkan;
  • tidak menciptakan testimonial palsu;
  • tidak memalsukan klaim produk;
  • dan tetap mematuhi ketentuan hukum.

Konten komersial tetap harus diberi label yang jelas.


38. Pembaruan Kebijakan

Teknologi AI berkembang sangat cepat.

WartaIndonesia.co.id dapat memperbarui kebijakan ini secara berkala berdasarkan:

  • perkembangan teknologi;
  • perubahan regulasi;
  • perkembangan standar jurnalistik;
  • pengalaman redaksi;
  • serta praktik terbaik industri media.

39. Tanggung Jawab Pelaksanaan

Pelaksanaan kebijakan ini menjadi tanggung jawab:

  • Pemimpin Redaksi;
  • Redaktur Pelaksana;
  • Redaktur;
  • Editor;
  • dan seluruh jajaran redaksi.

Manajemen perusahaan mendukung implementasi kebijakan melalui penyediaan perangkat, pelatihan, dan pengawasan.


40. Penutup

WartaIndonesia.co.id memandang AI sebagai bagian dari perkembangan teknologi yang dapat memperkuat kualitas dan efisiensi jurnalistik apabila digunakan secara tepat.

Namun teknologi tidak menggantikan nilai utama jurnalistik:

akurasi, verifikasi, independensi, keberimbangan, etika, dan tanggung jawab kepada publik.

Setiap keputusan editorial tetap berada di tangan manusia.

WartaIndonesia.co.id berkomitmen menggunakan AI secara bertanggung jawab untuk mendukung jurnalisme yang lebih baik, tanpa mengurangi kepercayaan publik terhadap media.


WARTA INDONESIA
Warta Negeri, Suara Indonesia

Penerbit:
PT Borneo Media Siber Nusantara

Network:
BMSN Network – Borneo Media Siber Nusantara

Website:
WartaIndonesia.co.id

Email Redaksi:
redaksi@wartaindonesia.co.id

WhatsApp:
0857-5049-3769