JAKARTA, WARTAINDONESIA.CO.ID – Indonesia bersiap memperkuat posisinya dalam industri kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) dengan pembangunan infrastruktur AI Factory berskala besar yang ditargetkan memiliki kapasitas hingga 1 gigawatt (GW).
Proyek tersebut dikembangkan melalui ZanKore by Indosat, platform infrastruktur AI hasil kolaborasi Indosat Ooredoo Hutchison, Ooredoo Group, Nokia, dan NVIDIA. Infrastruktur ini diproyeksikan menjadi salah satu platform komputasi AI terbesar di Asia Tenggara.
Perkembangan terbaru diumumkan ZanKore pada 9 September 2026. Perusahaan mulai membangun 100 megawatt (MW) infrastruktur AI berbasis NVIDIA sebagai bagian dari pengembangan kapasitas komputasi AI di Indonesia.
ZanKore juga telah menandatangani fasilitas pinjaman senior hingga US$3,1 miliar untuk mendukung pengadaan dan penyebaran infrastruktur GPU generasi terbaru. Citi bertindak sebagai penasihat utang eksklusif dalam fasilitas pembiayaan tersebut.
Saat diluncurkan pada Agustus 2026, ZanKore menargetkan kapasitas sekitar 200 MW pada semester pertama 2027, sebelum dikembangkan secara bertahap menuju 1 GW. Ooredoo Group menjadi salah satu investor utama dengan komitmen investasi sekitar US$800 juta.
Pembangunan AI Factory tersebut antara lain diarahkan ke Batang, Jawa Tengah. Pemerintah menyebut proyek berskala besar ini berpotensi memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pengembangan AI di kawasan Asia Tenggara.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid sebelumnya menyatakan investasi tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan perusahaan teknologi global terhadap prospek ekonomi digital Indonesia.
Menurut pemerintah, keberadaan AI Factory tidak sama dengan pusat data konvensional. Infrastruktur tersebut mengintegrasikan pusat data siap-AI, GPU berperforma tinggi, jaringan, penyimpanan data hingga layanan GPU-as-a-Service, orkestrasi dan pengelolaan beban kerja AI dalam satu ekosistem.
Dukung Pengembangan AI di Indonesia
Kehadiran infrastruktur komputasi berkapasitas besar dinilai penting karena pengembangan model AI membutuhkan sumber daya komputasi yang jauh lebih tinggi dibandingkan aplikasi digital konvensional.
ZanKore dirancang menyediakan layanan komputasi berbasis NVIDIA bagi perusahaan pengembang AI, korporasi, startup, pengembang hingga institusi di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.
Infrastruktur tersebut menggunakan teknologi NVIDIA, termasuk sistem yang dirancang untuk menjalankan beban komputasi AI dalam skala besar.
Selain menyediakan infrastruktur fisik, pembangunan AI Factory membuka peluang agar perusahaan dan pengembang Indonesia dapat memperoleh akses terhadap sumber daya komputasi AI di dalam negeri tanpa sepenuhnya bergantung pada infrastruktur yang berada di luar Indonesia.
Pemerintah menilai kehadiran investasi tersebut juga dapat memperkuat ekosistem AI nasional, mulai dari pengembangan model bahasa, layanan AI perusahaan, startup teknologi hingga berbagai aplikasi kecerdasan buatan untuk sektor industri dan pelayanan publik.
Bidik Pasar Asia Tenggara
ZanKore tidak hanya membidik kebutuhan domestik. Platform tersebut dikembangkan dari Indonesia untuk melayani kebutuhan komputasi AI di Asia Tenggara dan pasar yang lebih luas.
Permintaan kapasitas pusat data di Asia Tenggara diperkirakan terus meningkat seiring pertumbuhan penggunaan AI dan layanan berbasis komputasi awan. Ooredoo Group menyebut kebutuhan kapasitas pusat data kawasan berpotensi tumbuh sekitar 3,5 kali lipat hingga 2030, terutama didorong oleh beban kerja AI.
Dengan target kapasitas mencapai 1 GW, pembangunan AI Factory menjadi bagian dari perlombaan membangun infrastruktur AI berskala besar di kawasan.
Pemerintah berharap pembangunan tersebut tidak hanya menjadikan Indonesia sebagai pasar pengguna teknologi AI, tetapi juga memperbesar kapasitas nasional dalam mengembangkan, mengoperasikan dan menyediakan layanan AI dari dalam negeri.
Editor: Adam NW



Komentar