MOUNTAIN VIEW, WARTAINDONESIA.CO.ID – Google memperkuat sistem keamanan Android dengan menambahkan enam fitur baru pada Advanced Protection untuk melindungi pengguna dari penipuan digital, pencurian perangkat, akses fisik tidak sah, hingga serangan siber yang lebih terarah.
Pembaruan tersebut diumumkan Google pada Kamis, 1 Oktober 2026, sebagai pengembangan lanjutan dari Advanced Protection yang sebelumnya diperkenalkan pada Android 16.
Group Product Manager Google, Il-Sung Lee, mengatakan Advanced Protection dirancang terutama untuk pengguna yang menghadapi risiko keamanan lebih tinggi, seperti jurnalis, pejabat publik, tokoh masyarakat, serta pengguna yang membutuhkan perlindungan tambahan pada perangkat.
Dalam keterangan yang dipublikasikan melalui Google Blog, Lee menjelaskan Advanced Protection memungkinkan pengguna mengaktifkan sejumlah perlindungan keamanan utama melalui satu pengaturan.
Fitur tersebut mencakup perlindungan di Chrome, Google Messages, Phone by Google, Google Play Protect, hingga Scam Detection.
Menurut Lee, pengaturan itu juga dirancang agar sejumlah fitur keamanan penting tidak mudah dinonaktifkan ketika Advanced Protection sudah aktif.
Tambah Intrusion Logging
Salah satu fitur baru yang diperkenalkan adalah Intrusion Logging.
Lee menjelaskan, fitur tersebut dibuat untuk membantu proses investigasi apabila perangkat diduga mengalami serangan atau kompromi keamanan.
Keterangan tersebut disampaikan Lee melalui Google Blog, 1 Oktober 2026.
Intrusion Logging akan mencatat aktivitas keamanan dan jaringan secara berkelanjutan. Google menyebut catatan tersebut dienkripsi secara end-to-end dan disimpan di cloud.
Data hanya dapat diakses oleh pengguna terkait dan disimpan dalam periode berjalan selama 12 bulan sebelum dihapus secara otomatis.
Meski menjadi bagian dari Advanced Protection, fitur Intrusion Logging tidak langsung aktif. Pengguna tetap harus mengaktifkannya secara manual melalui halaman pengaturan Advanced Protection.
USB Protection Batasi Akses Data
Google juga menambahkan fitur USB Protection untuk mengurangi risiko pencurian data melalui koneksi fisik.
Menurut Lee, ketika perangkat dalam kondisi terkunci, koneksi USB baru secara default hanya dapat digunakan untuk pengisian daya.
Akses transfer data tidak langsung diberikan kepada perangkat atau aksesori yang baru terhubung.
Google menyebut langkah tersebut ditujukan untuk mengurangi risiko serangan melalui aksesori USB berbahaya maupun perangkat pengisian daya yang telah dimodifikasi.
USB Protection tersedia pada Pixel 6 dan generasi setelahnya, serta sejumlah perangkat Android 17 tertentu.
Batasi Penyalahgunaan Accessibility Service
Pembaruan lainnya menyasar penyalahgunaan AccessibilityService.
Lee menjelaskan, aplikasi berbahaya dapat memanfaatkan layanan aksesibilitas untuk membaca informasi sensitif di layar, memasang malware, atau menghambat proses penghapusan aplikasi.
Dalam keterangan yang dimuat di Google Blog, Lee menyebut pada Android 17 akses ke AccessibilityService akan dibatasi hanya untuk aplikasi terverifikasi yang memang dikategorikan sebagai alat aksesibilitas.
Google menilai pembatasan tersebut penting untuk menutup salah satu jalur serangan yang kerap digunakan dalam modus penipuan digital.
WebGPU Bisa Dinonaktifkan
Google juga menambahkan perlindungan pada Chrome dengan menonaktifkan WebGPU ketika Advanced Protection Mode digunakan.
Menurut Lee, WebGPU memang mendukung grafis web berperforma tinggi, namun kompleksitas teknologi akselerasi perangkat keras juga dapat memperluas permukaan serangan pada browser.
Google menilai penonaktifan WebGPU dapat membantu mengurangi risiko eksploitasi berbasis browser terhadap pengguna berisiko tinggi.
Perangkat Bisa Dikunci Setelah Autentikasi Gagal
Fitur berikutnya adalah Failed Authentication Lock.
Google menjelaskan fitur tersebut akan memperketat penguncian perangkat apabila terjadi upaya autentikasi gagal berulang kali pada pengaturan atau aplikasi tertentu.
Lee mengatakan mekanisme tersebut dirancang untuk menghadapi upaya brute force maupun akses fisik tidak sah terhadap ponsel.
Fitur ini tersedia pada sejumlah perangkat Android 17.
Pengguna Bisa Melihat Aplikasi Pendukung
Google juga menambahkan halaman View Supporting Apps.
Melalui halaman ini, pengguna dapat melihat aplikasi yang mendukung status Advanced Protection dan mengaktifkan perlindungan tambahan ketika mode keamanan tersebut digunakan.
Pengembang aplikasi juga dapat mendeteksi apakah pengguna telah mengaktifkan Advanced Protection sehingga fitur keamanan tambahan dapat diaktifkan secara otomatis.
Google Perluas Perlindungan dari Scam
Sebelumnya, Director of Android Security & Privacy Google, Eugene Liderman, mengatakan Google terus memperkuat sistem keamanan Android dengan memanfaatkan kecerdasan buatan untuk mendeteksi scam, malware, dan perilaku aplikasi yang mencurigakan.
Dalam keterangan yang dipublikasikan melalui Google Blog pada 12 Mei 2026, Liderman menjelaskan teknologi Live Threat Detection dikembangkan untuk memantau interaksi aplikasi dengan sistem secara real time.
Teknologi tersebut diarahkan untuk mengenali pola berbahaya, antara lain penyalahgunaan izin aksesibilitas, SMS forwarding, hingga aplikasi yang menyembunyikan ikon dan tetap berjalan di latar belakang.
Google juga memperluas perlindungan terhadap penipuan berbasis panggilan telepon.
Dalam keterangan melalui Google Blog pada 2 Juni 2026, Eric Lynch, Product Manager Google; Troy Kensinger, Technical Program Manager Google; dan Oren Schetrit, Senior Product Manager Google, menjelaskan Android mulai memperkenalkan sistem deteksi panggilan palsu.
Sistem tersebut dirancang untuk memberikan peringatan kepada pengguna ketika terdeteksi indikasi penyamaran identitas melalui panggilan.
Google menyatakan fitur utama Advanced Protection terbaru tersedia pada Android 17, meski USB Protection dan Failed Authentication Lock hanya tersedia pada perangkat tertentu.
Pengguna yang telah mengaktifkan Advanced Protection akan menerima pemberitahuan ketika fitur-fitur baru tersebut tersedia di perangkat mereka.
Editor: Adam NW



Komentar