Health & Fitness
Beranda / Health & Fitness / Kasus Influenza Meningkat, Kemenkes Minta Tetap Waspada

Kasus Influenza Meningkat, Kemenkes Minta Tetap Waspada

Menkes Budi Gunadi Sadikin Kasus Influenza Indonesia
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan keterangan terkait perkembangan kasus influenza di Indonesia. Foto: detikHealth.

JAKARTA, WARTAINDONESIA.CO.ID – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat peningkatan aktivitas influenza di Indonesia pada akhir September 2026. Meski demikian, pemerintah menegaskan situasinya masih berada dalam rentang kewaspadaan dan belum menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan peningkatan kasus influenza perlu direspons dengan penguatan surveilans dan kesiapsiagaan, bukan dengan kepanikan.

“Memang ada kenaikan kasus influenza, khususnya di Indonesia dan Asia Tenggara. Tetapi berdasarkan data surveilans yang kita miliki, kondisinya masih dalam rentang medium,” kata Budi dalam keterangan Kemenkes, Senin, 28 September 2026.

Berdasarkan hasil surveilans sentinel hingga minggu ke-38 tahun 2026, positivity rate influenza di Indonesia tercatat sebesar 56 persen.

Pada surveilans di puskesmas, aktivitas influenza berada pada kategori sedang atau medium. Sementara itu, surveilans rumah sakit menunjukkan aktivitas influenza masih berada pada kategori rendah.

Peran Baru Bakom RI Dalam Komunikasi Pemerintah

Data pemantauan Kemenkes menunjukkan influenza dan COVID-19 diawasi secara rutin melalui jaringan sentinel yang terdiri atas 39 puskesmas, 35 rumah sakit, dan 14 Balai Karantina Kesehatan di pintu masuk negara.

Kenaikan Masih Mengikuti Pola Musiman

Kemenkes menjelaskan peningkatan influenza yang terjadi saat ini masih sejalan dengan pola musiman yang biasa terjadi di Indonesia.

Indonesia sebagai negara tropis mengalami sirkulasi virus influenza sepanjang tahun. Pada periode tertentu, aktivitas virus dapat meningkat akibat pergantian musim, tingginya mobilitas masyarakat, serta subtipe virus yang sedang dominan.

Dari 265 spesimen yang diperiksa melalui surveilans sentinel pada periode terbaru, sebanyak 148 spesimen dinyatakan positif influenza atau sekitar 56 persen.

Kemenkes menegaskan angka 56 persen tersebut merupakan proporsi spesimen yang positif dari seluruh sampel yang diperiksa, bukan berarti 56 persen penduduk Indonesia terinfeksi influenza.

Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2, Garuda Melaju ke Final FIFA ASEAN Cup 2026

Kemenkes Minta Masyarakat Tidak Panic Buying Obat

Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes, Lucia Rizka Andalucia, turut mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembelian panik atau panic buying obat antivirus Oseltamivir.

Menurut Lucia, obat tersebut tidak ditujukan untuk dikonsumsi secara massal ataupun digunakan sebagai langkah berjaga-jaga tanpa penilaian medis.

“Oseltamivir bukan obat yang digunakan secara massal atau diminum untuk berjaga-jaga tanpa penilaian medis. Obat ini hanya boleh diberikan berdasarkan pemeriksaan dan pertimbangan dokter, terutama untuk pasien influenza berat yang dirawat di rumah sakit,” tegas Lucia dalam konferensi pers perkembangan situasi dan penanganan influenza di Jakarta, Senin, 28 September 2026.

Kemenkes menyebut mayoritas kasus influenza dapat sembuh dengan sendirinya. Antivirus terutama diberikan kepada pasien dengan gejala berat atau kelompok yang memiliki risiko tinggi mengalami komplikasi.

Flu Ringan Umumnya Cukup Istirahat

Dokter Spesialis Paru RSPI Sulianti Saroso, dr. Pompini Agustina Sitompul, menjelaskan influenza pada umumnya memiliki gejala yang bervariasi dan sebagian besar dapat sembuh secara alami.

Tren Lifestyle 2026, Masyarakat Indonesia Makin Andalkan Teknologi untuk Hidup Sehat

“Penyakit ini sebenarnya gejalanya cukup bervariasi dan bisa sembuh sendiri. Penyakit ini baru menjadi berat pada kelompok-kelompok tertentu,” kata Pompini dalam konferensi pers daring di Jakarta.

Menurut Pompini, penggunaan antivirus seperti Oseltamivir tidak ditujukan untuk batuk pilek biasa atau common cold. Obat tersebut diprioritaskan untuk pasien dengan influenza berat maupun kelompok rentan yang memiliki risiko komplikasi lebih tinggi.

Kelompok yang perlu meningkatkan kewaspadaan antara lain anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat dengan penyakit penyerta atau kondisi yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh.

Kenali Gejala Influenza

Influenza umumnya ditandai demam, batuk, sakit tenggorokan, pilek atau hidung tersumbat, sakit kepala, nyeri otot, serta tubuh terasa lelah.

Masyarakat dianjurkan segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gejala berat seperti sesak napas, nyeri dada, dehidrasi, penurunan kesadaran, atau kondisi yang terus memburuk.

Untuk mencegah penularan, masyarakat dianjurkan mencuci tangan secara rutin, menerapkan etika batuk dan bersin, menggunakan masker saat mengalami gejala infeksi saluran pernapasan, menjaga daya tahan tubuh, serta mengurangi kontak dengan orang lain ketika sedang sakit.

Kemenkes memastikan pemantauan influenza akan terus dilakukan melalui jaringan surveilans nasional untuk mendeteksi perubahan tren, karakteristik virus, serta tingkat keparahan penyakit di masyarakat.

Editor: Adam NW 

Berita Terbaru

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *