JAKARTA, WARTAINDONESIA.CO.ID – Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG hari ini ditutup melemah pada perdagangan Kamis (1/10/2026). IHSG turun 61,64 poin atau 1,02 persen ke posisi 6.009,50 pada akhir perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak dalam rentang 5.973,16 hingga 6.095,23. Indeks sempat jatuh ke bawah level psikologis 6.000 sebelum memperkecil pelemahan menjelang penutupan.
Pelemahan IHSG berlangsung di tengah dominasi tekanan jual. Data perdagangan menunjukkan sebanyak 218 saham menguat, 470 saham melemah, dan 275 saham stagnan.
Total volume perdagangan mencapai 31,33 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp10,59 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1,564 juta kali, sedangkan kapitalisasi pasar berada di kisaran Rp10.599 triliun.
Sektor Teknologi Turun Paling Dalam
Tekanan terjadi pada hampir seluruh sektor saham. Sebanyak 10 dari 11 indeks sektoral BEI berakhir di zona merah.
Sektor teknologi mencatat koreksi terdalam dengan penurunan 3,93 persen, disusul sektor transportasi yang melemah 2,02 persen dan sektor bahan baku turun 1,99 persen.
Sementara itu, sektor energi menjadi satu-satunya sektor yang mampu bertahan di zona hijau dengan kenaikan sekitar 0,32 persen.
Sejumlah saham berkapitalisasi besar ikut menjadi pemberat pergerakan indeks. Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) tercatat turun 12,50 persen, sedangkan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melemah 1,23 persen.
Saham lain yang memberikan tekanan terhadap IHSG antara lain BBRI, AMMN, DCII, TLKM, ASII, BYAN, dan UNTR.
Investor Asing Catat Net Sell
Tekanan pasar juga diiringi aksi jual investor asing. Sepanjang perdagangan Kamis, investor asing tercatat melakukan jual bersih atau net sell sekitar Rp241,86 miliar di seluruh pasar.
Di pasar reguler, net sell asing mencapai Rp240,43 miliar.
Beberapa saham dengan nilai jual bersih asing terbesar antara lain Bank Mandiri (BMRI) sekitar Rp68,5 miliar, GOTO Rp68,3 miliar, serta Bank Rakyat Indonesia (BBRI) sekitar Rp41,1 miliar.
Dengan pelemahan tersebut, IHSG memperpanjang tren koreksi menjadi enam hari perdagangan berturut-turut. Pada perdagangan sehari sebelumnya, Rabu (30/9/2026), IHSG ditutup di posisi 6.071,14.
Pasar Cermati Reshuffle Kabinet
Dari dalam negeri, pelaku pasar turut mencermati perombakan Kabinet Merah Putih yang berlangsung pada Kamis.
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia M Nafan Aji Gusta mengatakan pelaku pasar mencermati perubahan kabinet karena berpotensi menimbulkan ketidakpastian mengenai arah kebijakan pemerintah ke depan.
Namun, pergerakan IHSG juga dipengaruhi berbagai faktor lain, termasuk pelemahan saham berkapitalisasi besar serta sentimen suku bunga dan pasar global.
Bloomberg Technoz mencatat pelemahan saham-saham berkapitalisasi besar, khususnya GOTO, BBCA dan BYAN, menjadi salah satu faktor utama yang menekan IHSG pada perdagangan Kamis.
Top Gainers dan Top Losers
Di tengah pelemahan indeks, sejumlah saham masih mencatat kenaikan tajam.
Saham PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA) melonjak 35 persen menjadi Rp189, disusul PT Anugerah Kagum Karya Utama Tbk (AKKU) yang menguat 32,35 persen menjadi Rp45 dan PT Communication Cable Systems Indonesia Tbk (CCSI) naik 25 persen menjadi Rp470.
Sementara itu, saham PT ALSOK Indonesias Services Tbk (SOSS) turun 14,83 persen menjadi Rp1.005, PT Verona Indah Pictures Tbk (VERN) melemah 14,81 persen menjadi Rp184, dan PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) turun 14,73 persen menjadi Rp191.
Dengan penutupan di 6.009,50, level 6.000 menjadi area yang kembali mendapat perhatian pelaku pasar setelah IHSG sempat menembus ke bawah level tersebut dalam perdagangan intraday Kamis.
Editor: Adam NW



Komentar