JAKARTA, WARTAINDONESIA.CO.ID – Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) semakin mengubah cara konsumen menemukan produk dan merek. Kehadiran platform seperti ChatGPT, Google Gemini, hingga fitur pencarian berbasis AI membuat proses pencarian informasi tidak lagi sepenuhnya bergantung pada mesin pencari konvensional maupun situs resmi perusahaan.
Perubahan itu mulai terlihat dalam perjalanan konsumen sebelum membeli produk. Data Salesforce yang dirilis pada 30 September 2026 menunjukkan trafik menuju situs perdagangan elektronik yang berasal dari percakapan AI tumbuh antara 150 persen hingga 428 persen secara tahunan pada setiap kuartal yang diamati.
Dalam periode Agustus 2025 hingga Mei 2026, Salesforce juga mencatat tingkat konsumen yang menemukan produk melalui kanal milik merek turun 7 persen, sementara penemuan melalui pencarian tradisional turun 15 persen. Sebaliknya, penggunaan kanal baru seperti asisten AI, AI di media sosial, dan aplikasi pengantaran untuk menemukan produk meningkat 38 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tahap awal perjalanan konsumen mulai bergeser. Konsumen kini dapat meminta AI mencarikan produk berdasarkan kebutuhan, membandingkan sejumlah pilihan, hingga merangkum kelebihan dan kekurangan suatu merek tanpa harus mengunjungi banyak situs secara langsung.
Laporan Euromonitor International pada Agustus 2026 menyebut generative AI mulai mengubah proses penemuan produk dari pencarian terbuka melalui sederet hasil pencarian menjadi pilihan yang dimediasi AI. Konsumen dapat menjelaskan kebutuhannya, kemudian sistem AI membandingkan alternatif dan memberikan rekomendasi merek yang dianggap sesuai.
Brand Tak Lagi Cukup Mengandalkan SEO
Perubahan tersebut ikut memengaruhi strategi pemasaran digital. Selama bertahun-tahun, perusahaan berlomba mendapatkan posisi tinggi di halaman hasil pencarian melalui Search Engine Optimization (SEO).
Kini, merek juga menghadapi tantangan baru: bagaimana informasi mengenai produk mereka dapat ditemukan, dipahami, dan digunakan oleh sistem AI ketika menjawab pertanyaan konsumen.
Survei Salesforce terhadap hampir 4.500 tenaga pemasaran menunjukkan 85 persen marketer menilai AI telah mengubah strategi SEO mereka, sementara 88 persen menyatakan telah mulai melakukan optimalisasi agar muncul dalam jawaban berbasis AI seperti ChatGPT maupun Google AI Overview.
Perkembangan itu ikut mendorong munculnya konsep seperti Answer Engine Optimization (AEO) dan Generative Engine Optimization (GEO). Pendekatan tersebut berfokus tidak hanya pada peringkat halaman web, tetapi juga pada kemampuan informasi sebuah merek untuk dipahami dan digunakan mesin AI dalam menyusun jawaban.
Konsumen Indonesia Mulai Gunakan AI Sebelum Membeli
Perubahan perilaku juga mulai terlihat di Indonesia.
Sebuah riset terhadap 1.596 konsumen Indonesia pada Maret 2026 mencatat 74,6 persen responden pernah menggunakan AI untuk mencari informasi produk sebelum melakukan pembelian. Sebanyak 26,4 persen responden bahkan menyebut AI telah menjadi bagian rutin dalam proses pengambilan keputusan mereka.
Sementara itu, studi terhadap 1.250 pertanyaan konsumen berbahasa Indonesia yang dijalankan melalui Gemini dengan Google Search menunjukkan permintaan dengan niat komersial atau riset produk termasuk kategori yang relatif sering memicu pencarian web oleh AI.
Temuan tersebut memperlihatkan bahwa keberadaan sebuah merek di internet berpotensi semakin ditentukan oleh ekosistem informasi yang lebih luas, mulai dari situs resmi, media daring, marketplace, ulasan pengguna, media sosial, hingga berbagai sumber yang dianggap relevan oleh sistem AI.
Kepercayaan Tetap Jadi Faktor Penting
Meski penggunaan AI meningkat, faktor kepercayaan masih berperan penting dalam keputusan konsumen.
Riset Clutch pada 2026 menemukan 85 persen konsumen menyatakan cara mereka menemukan merek telah berubah dalam lima tahun terakhir. Namun, rekomendasi keluarga dan teman serta ulasan positif masih menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan terhadap sebuah produk. Sebanyak 42 persen responden menyebut ulasan positif sebagai faktor utama yang membantu mengubah proses penemuan merek menjadi pembelian.
McKinsey juga mencatat lebih dari separuh pelaku industri periklanan yang disurvei pada Februari 2026 menilai AI telah mengubah proses discovery dan consideration konsumen. Perubahan ini membuat pemasaran tidak lagi hanya berfokus memperoleh perhatian melalui iklan, tetapi juga memastikan merek dapat muncul dan direpresentasikan secara tepat ketika konsumen meminta rekomendasi kepada AI.
Bagi perusahaan dan pelaku pemasaran, tren tersebut membuat kualitas informasi digital semakin penting. Informasi produk yang konsisten, jelas, terpercaya, serta tersedia di berbagai sumber dapat menjadi bagian dari strategi untuk mempertahankan visibilitas merek ketika pencarian konsumen semakin banyak dimediasi oleh kecerdasan buatan.
AI pada akhirnya tidak hanya menjadi alat bagi perusahaan untuk membuat konten atau menganalisis kampanye pemasaran. Teknologi tersebut mulai berada di sisi konsumen, membantu menentukan informasi apa yang mereka lihat, produk apa yang dibandingkan, hingga merek mana yang masuk dalam daftar pertimbangan sebelum mengambil keputusan pembelian.
Editor: Adam NW



Komentar