Polda Papua – Bertempat di Halaman Arso Grande Hotel, Kampung Yuwanain – Arso II, Distrik Arso, Kabupaten Keerom telah dilaksanakan Launching Pengawasan Pimilihan Bupati dan Wakil Bupati di 11 Kabupaten Provinsi Papua Tahun 2020 yang diselenggarakan oleh Bawaslu Provinsi Papua, Selasa (28/01/2020) Pukul 15.30 Wit.
Hadir dalam kegiatan Wakapolda Papua Brigjen Pol Drs. Yakobus Marzuki beserta ibu, Staf Ahli Pangdam XII/Cenderawasi Bidang Ideologi Politik Kolonel Chk Muh. Asrofi, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi Papua Erbindo Saragih, SH, Kabag Kerma Biro Ops Polda Papua AKBP Daniel Tompriyonggo, Kabid Politik Kesbanpol Provinsi Papua Siti Hijrah SH, Komisioner Bawaslu Provinsi Papua / Koordinator Divisi Pangawasan Niko Tunjanan, S.S, Komisioner Bawaslu Provinsi Papua / Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Amandus Situmorang, SH., MH, Komisioner Bawaslu Provinsi Papua / Koordinator Divisi Organisasi, Data dan Informasi Tjipto Wibowo, S.Pd., M.Si,.
Dan juga Komisioner Bawaslu Provinsi Papua atau Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa Jamaluddin Lado Rua, SH., MH, Komisioner Bawaslu Provinsi Papua / Koordinator Divisi Hukum Anugrah Pata, SH, Komisioner KPU Provinsi Papua / Divisi Hukum dan Pengawasan Zandra Mambrasar, S.H, PLT Kepala Sekertariat Bawaslu Provinsi Papua Yuhendar Muabuai, AP., M.Si, Bupati Keerom Muh. Markum, SH, MH, MM, Ketua DPRD Kab. Keerom Bambang Mojiono, SE, Dandim 1701/Jayapura Kolonel Inf J. Simatupang, Kapolres Keerom AKBP Baktiar Joko Mujiono, S.IK, MM.
Para Pimpinan SKPD Pemerintah Daerah Kab. Keerom, Ketua dan para Komisioner KPU Keerom, Para Ketua Bawaslu Kabupaten / Kota se – Provinsi Papua, Para Komisioner Bawaslu 11 Kabupaten yaitu Asmat, Boven Digoel, Keerom, Mambramo Raya, Merauke, Nabire, Pegunungan Bintang, Sepiori, Waropen, Yahukimo dan Yalimo., Para Ketua dan Pengurus DPC Partai Politik Kab. Keerom, Para Kepala Distrik se – Kab. Keerom Para Tomas, Topem, Toper, Toga dan Todat se – Kab. Keerom yang turut hadir.
Kegiatan di awali dengan rombongan Forkopimda dan peserta Launching Pengawasan memasuki tempat acara, disambut dengan iringan tari-tarian adat yang dipersembahkan oleh Sanggar Tari Kombali. Pukul 13.48 Wit, Pembukaan yang diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Di lanjutkan dengan sambutan Gubernur Provinsi Papua yang diwakili oleh Kepala Bidang Politik Kesbanpol Provinsi Papua yang menyampaikan, Terima kasih atas undangannya, sekalu Kabid Politik saya mewakili Kakesbanpol Provinsi Papua, mohon maaf Kakesbanpol tidak dapat hadir karena ada pekerjaan diluar yang tidak bisa ditinggalkan.
“Pemerintah Provinsi Papua sangat mengapresiasi kegiatan launcing pengawasan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati di 11 Kabupaten Provinsi Papua. Merasa bangga karena baru pertama kali kegiatan Provinsi seperti ini dilakukan di Kab. Keerom. Selamat kepada penyelenggara, semoga Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati 2020 berjalan lancar, sukses administrasi dan sukses penyelenggaraan,” kata Kepala Bidang Politik Kesbanpol Provinsi Papua.
Kemudian sambutan Wakapolda Papua yang menyampaikan, Kegiatan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati 2020 ini untuk memilih pemimpin menggunakan sistem pemilihan langsung, banyak mengandung kerawanan konflik, kalau tidak hati – hati kita dihadapkan masalah konflik. Sumber potensi yang paling tinggi itu ada di penyelenggara, untuk itu KPU dan Bawaslu diikat harus independen, jika terjadi permasalahan, silahkan diatur menggunakan jalur hukum.
“Polri dan TNI juga diikat di sana, kesepakatan netral dalam mengamankan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati 2020, hal ini harus di pegang teguh sehingga ada rasa tangggung jawab. Pemerintah Daerah juga diikat, tidak boleh memerintahkan secara terstruktur dari tingkat Kabupaten sampai tingkat Kampung,” ujar Wakapolda Papua.
Wakapolda Papua menambahkan yang lebih bahaya adalah peserta pemilu, tidak boleh menggunakan kampanye hitam, kalau tidak puas dengan jalur hukum, biasanya cenderunh menggunakan jalur pengerahan massa, dalam Undang – Undang itu tidak boleh dilakukan. Hal ini yang harus disamakan persepsi, jika terjadi konflik, kita selesiakan secara hukum yang transparan dan berkeadilan. Saya berharap, setiao tahapan dilaksanakan secara independen, siapapun yang terpilih memperoleh suara terbanyak, itu adalah tujuan Tuhan.
“Dalam negara demokrasi sekarang ini, kebijakan keamanan dirubah menjadi kebijakan kesejahteraan, lebih mengedepankan upaya persuasif. Tidak ada laporan ke Polisi yang berkaitan dengan pilkada, semuanya ke Bawaslu dulu, ini kebijakan Undang – Undang. Saya berharap, semua mematuhi amanat Undang–Undang,” tambah Wakapolda Papua.
Dengan dilaksanakannya kegiatan hari ini, saya sangat mendukung sekali penyenggaraan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati di 11 Kabupaten yang aman, jangan ada konflik seperti di Jayapura dan Wamena. Polri akan tegak lurus bersama TNI memburu pelaku konflik, pemimpin kerusuhan Jayapura dan Wamena sudah ditangkap dan saat ini disidangkan di Kalimantan Timur dengan alasan keamanan.
“Semenjak calon ditetapkan oleh KPU, perosonil dari Kepolisian langsung ditugaskan melakukan pengamanan melekat, termasuk penyelengga (KPU dan Bawaslu) demi terlaksananya pelayanan dan pengamanan prima Kepolisian. Mengenai NPHD (Naska Pemberian Hibah Daerah) baru tiga Kabupaten yang telah melaksanakan, dukungan anggaran haru jelas, sesuai yang sudah disepekati, untim itu Kapolda Papua akan mengundang 11 Bupati untuk membicarakan NPHD,” tegas Wakapolda Papua.
Semua masyarakat bisa melaporkan pelanggaran Pemilu, dalam hal ini ke Bawaslu, tidak ada lagi gesekan yang dipicu oleh hoax, supaya Pemilu 2020 terpilih pemimpin yang bermartabat. Tidak ada yang kebal hukum, semua ada aturan – aturannya, semoga penyelenggaan Pemilu Bupati dan Wakil Bupati 2020 di Keerom dan seluruh Papua berjalan lancar dan damai serta terpilih pemimpin yang bermartabat.
Kediatan di lanjutkan sambutan Staf Ahli Pangdam XII/Cenderawasi Bidang Ideologi Politik yang mewakili Pangdam XVII/Cenderawasih, Permohonan maaf yang sebesar – besarnya, Pangdam XVII/Cenderawasih tidak dapat hadir karena sedang mengikuti rapat pimpinam TNI – Polri di Jakarta, Kasdam juga ada kegiatan lain sehingga Pangdam memerintahkan saya untuk mewakili beliau.
“Seperti kita ketahui, Pemilukada 2020 diikuti oleh 11 kabupaten di Provinsi Papua, saya sudah memerintahkan personil TNI untuk netral, sikap netralitas TNI adalah hal yang utama demi terciptanya Pemilu Bupati dan Wakil Bupati yang damai dan bermartabat. Kepada Bawaslu agar dapat bertindak menjadi wasit yang baik, agar dapat menyelesaikan permasalahan Pemilu 2020 dengan baik, sehingga tidak berkembang. Kepada seluruh Tokoh, kita harus bergandengan tangan, jangan bertindak sendiri – sendiri dan ego sektoral harus dijaga untuk mensukseskan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati 2020. Semoga Tuhan dapat menjaga kita semua,” kata Staf Ahli Pangdam XII/Cenderawasi Bidang Ideologi Politik.
sambutan Komisioner KPU Provinsi Papua / Koordinator Divisi Hukum dan Pengawasan, KPU sebagai lembaga penyenggara pemilu bersama – sama jajarannya, telah melalui proses panjang yaitu Pilpres dan Pileg 2019, di Papua tidak ada PSU (Pemihan Suara Ulang), semoga pengalaman ini dijadikan sebagai pembelajaran dalam Pemihan Bupati dan Wakil Bupati 2020.
“Dalam pelaksanaan pemilu, KPU dan Bawaslu tentu mendukung penyelenggaraan pemilu yang berintegritas, dari KPU RI sementara menyusun konsep menyelenggarakan pemilu yang berbasis teknologi dan regulasi yang baru. Secara khusus di Papua, mari kita menyiapkan pemilu yamg lebih baik, Pemilu 2019 yang sudah kita laksanakan, Papua setiap ada pertemuan di Jakarta, selalu dibahas karena dianggap merah, bersyukur pada pemilu 2019 lalu, tidak ada PSU,” ujar Komisioner KPU Provinsi Papua.
Komisioner KPU Provinsi Papua menambahakn hal ini menjadi penyemangat untuk kita, harapan kami KPU bersama Bawaslu agar bisa punya komunikasi dan pemahaman yang sama terhadap penafsiran UU dan PKPU. Berharap kepada Bawaslu papua, agar kedepan ada kegiatan bersama seperti bimtek dan sosialisasi di Kab. / Kota di Papua.
“Sampai hari ini, KPU Papua masih menghadapi gugatan yang telah dilewati oleh MK, hasilnya sudah inkra tapi masih menghadapi sidang Kode Etik Penyelenggaraan Pemilu di DKPP. Mari kita bersama – sama menyenggarakan pemilu yang berintegritas, aman dan damai di 11 Kabupaten di Papua,” tambah Komisioner KPU Provinsi Papua.
sambutan Komisioner Bawaslu Papua Koordinator Divisi Pengawasan, Untuk pertama kalinya hajat Provinsi yang dibawa ke Keerom, kenapa kita mulai dari Keerom karena ketika Pemilu 2019 kemarin, Bawaslu Papua mendapat 5 penghargaan sebagai penyelenggaraan terbaik dan Bawaslu Keerom sebagai peserta penyelenggaraan terbaik diseluruh kabupaten / kota di Indonesia.
“Keerom artinya kembali, hari ini kita kembali ke Keerom untuk memulai Pemilukada yang berpijak pada Undang – Undang. Kita bersyukur juga bahwa bangsa ini menggunakan sistem demokrasi untuk memilih pemimpin, yang ditentukan oleh rakyat selama 5 tahun sekali, rakyat diberikan keputusan untuk memilih pemimpin, jangan ada politik uang karena akan mencoreng penyelenggaraan. Di seluruh dunia, hanya Indonesia yang memiliki KPU dan Bawaslu. Bawaslu hadir untuk bertugas mengawasi KPU dalam menyelenggarakan tahapan pemilu sesuai amanat UU,” tutur Komisioner Bawaslu Papua Koordinator Divisi Pengawasan.
Laucing kali ini, Bawaslu sampaikan bahwa kami sudah siap mengawal demokrasi, memberikan yang terbaik selama proses pemilu yang telah berjalan. Tentu ada evaluasi yang menjadi catatan bagi kami, mengajak masyarakat untuk mensukseskan penyelenggaraan pemilu, kalau ada Komisioner Bawaslu yang bermain – main dengan pemilu, jangan takut, langsung lapor, tidak ada yang kebal hukum.
“Kita harapkan Pemilihan Bupati dam Wakil Bupati 2020 dapat berjalan aman dan baik sehingga menghasilkan pemimpin yang adil dan baik. Semoga launching ini menjadi awal KPU dan Bawaslu untuk mengawal Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati 2020,” tambah Komisioner Bawaslu Papua Koordinator Divisi Pengawasan.
Sambutan Bupati Keerom, Terima kasih atas kehadirannya di Keerom, luar biasa, jangan lupa tanggal 23 September 2020 di 11 Kabupaten di Papua untuk menggunakan hak pilihnya, terdapat 169 Gubernur, Bupati dan Walikota yang akan melangsungnya Pemilu 2020.
“Selamat datang Forkopimda, KPU dan Bawaslu Provinsi Papua di Kab. Keerom, tidak pula juga seluruh Komisiomer Bawaslu dari seluruh Kabupaten / Kota di Papua yang turut hadir sebagai perserta Launching Pengawasan. Tadi 5 penghargaan yang diperoleh dari Bawaslu Papua, dimulai di Kab. Keerom “Tamne Yisan Kepase” artinya “Mari bersatu dan bersepakat membangun” saya mengharapkan semua pihak untuk kita bersama – sama mengawal Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati 2020, namanya pesta demokrssi tapi tidak pesta pora,” kata Bupati Keerom.
Bupati Keerom menambahkan di Kab. Keerom ini, untuk Pemilukada sudah ke 4 kalinya termasuk Pemilu 2020, dari 1, 2 dan 3 penyelenggaraan, Keerom mendapat apresiasi dari tingkat pusat, provinsi dan daerah, saya mengharapkan kita bersama – sama menjaga dan mengawasi proses Pemilu dalam memilih pemimpin yang mempunyai ide – ide dan inovasi. Kalau Bawaslu Papua sudah dapat 5 penghargaan, kenapa tidak ditambah lagi di tahun 2020 ini. KPU Keerom juga mendapat 2 penghargaan pada Pileg dan Pilpres 2020 lalu.
“Pada tahun ini, saya mengharapkan kepada kita semua, khususnya Kab. Keerom dan Papua untuk kita mengawal dan mengawasi secara bersama – sama penyelenggaraan Pemilu 2020 demi terciptanya situasi yang kondusif. Mudah – mudahan Tuhan memberkati kita semua dalam pembagunan pelayanan kemasyarskat di wilayah Keerom dan di seluruh Papua,” tambah Bupati Keerom.
Kegiatan di akhiri penandatangan kesepakatan Launching Pengawasan oleh Komisioner Bawaslu Papua Koordinator Divisi Pengawasan, Komisioner KPU Papua Koordinator Divisi Hukum dan Pengawasan, Kabid Politik Kesbanpol Provinsi Papua, Wakapolda Papua, Staf Ahli Pangdam XVII/Cenderawasih Bidang Idiologi Politik, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Papua yang diikuti oleh Perwakilan Bawaslu 11 Kabupaten.
(Humip)
The post Wakapolda Papua Hadiri Kegiatan Launching Pengawasan Pimilihan Bupati Dan Wakil Bupati Di 11 Kabupaten Provinsi Papua Tahun 2020 appeared first on DIVISI HUMAS POLRI.
