Warta Indonesia
No Result
View All Result
Kamis, 18 Juni 2026
  • Login
  • Home
  • Daerah
  • Jabodetabek
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekbis
  • Hukum
  • Politik
  • Indeks
Subscribe
No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
  • Jabodetabek
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekbis
  • Hukum
  • Politik
  • Indeks
No Result
View All Result
Warta Indonesia
No Result
View All Result
Home Nasional

Target Penerima Program Kemiskinan Ekstrem, Wapres Minta Utamakan Kelompok Masyarakat Miskin, Lansia, dan Penyandang Disabilitas

Wartaindonesia.co.id
Rabu, 18 September 2024
-- Nasional
Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

Jakarta, – Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin kembali menyerahkan Dana Insentif Fiskal 2024 kepada pemerintah daerah yang dinilai berprestasi dalam upaya percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem, di Auditorium Sekretariat Wakil Presiden, Jl. Kebon Sirih No. 14, Jakarta Pusat, Rabu (18/09/2024).

Dalam sambutannya, Wapres menjelaskan bahwa pemerintah optimis angka kemiskinan ekstrem dapat mencapai nol persen di akhir tahun 2024. Hal ini merujuk laporan BPS pada Juli 2024 yang menunjukkan tingkat kemiskinan ekstrem pada Maret 2024 mencapai 0,83 persen, atau menurun jika dibandingkan Maret 2023 yang masih sebesar 1,12 persen.

“Jika tren ini terus berlanjut, kita optimis pada akhir tahun 2024 tingkat kemiskinan ekstrem akan semakin mendekati nol persen,” tegasnya.

Untuk mencapai target tersebut, mantan Ketua MUI ini pun mendorong seluruh kementerian/lembaga dan pemerintah daerah agar terus memperkuat berbagai program percepatan penanggulangan kemiskinan ekstrem. Terlebih, pemerintah berencana menyesuaikan Garis Kemiskinan Ekstrem dari 1,9 USD Purchasing Power Parity (PPP) menjadi 2,15 USD PPP yang akan berdampak pada perhitungan ulang besaran tingkat kemiskinan ekstrem dengan standar baru tersebut.

“Kita perlu menjaga agar tren penurunan ini terus berlanjut melalui kolaborasi dan kerja seluruh pemangku kepentingan, termasuk kinerja dan peran aktif seluruh kepala daerah,” pintanya.

Lebih lanjut, Wapres mengingatkan bahwa untuk mempercepat penghapusan kemiskinan ekstrem, akurasi data pensasaran program melalui pemanfaatan Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) harus terus disempurnakan.

“Lewat perbaikan pensasaran program ini, agar pemerintah daerah memastikan target penerima program sehingga lebih tepat dalam intervensinya,” pesan Wapres.

Selain itu, Wapres juga menekankan agar program penanggulangan kemiskinan ekstrem benar-benar mengutamakan kelompok masyarakat miskin dengan akses terbatas, penduduk lansia, dan penyandang disabilitas.

“Kita juga perlu memastikan efektivitas implementasi program, baik ketepatan sasaran, jumlah, maupun waktu penyaluran program dengan mengedepankan kelompok rentan, seperti lansia tunggal, penyandang disabilitas, pekerja migran, dan kepala keluarga perempuan,” terangnya.

Lebih jauh, dalam forum Rapat Koordinasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrem Tahun 2024 ini, Wapres juga mendorong konvergensi dan sinergitas program-program penanggulangan kemiskinan, sehingga rumah tangga miskin ekstrem dipastikan mendapatkan semua program perlindungan sosial, program peningkatan pendapatan dan pemberdayaan masyarakat, baik dari pusat maupun daerah, serta program pengurangan kantong-kantong kemiskinan.

Selain itu, ia juga mendorong pembaharuan dan keberlanjutan regulasi pelaksanaan berbagai strategi pengurangan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem. Hal ini mengingat Inpres 4 tahun 2022 tentang percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem berakhir pada akhir tahun 2024.

Melalui berbagai upaya penguatan tersebut, Wapres optimis pemerintah dapat menurunkan angka kemiskinan ekstrem mencapai target nol persen di akhir 2024.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy melaporkan beberapa rekomendasi kebijakan dan upaya-upaya ke depan yang masih perlu dilakukan dalam upaya penghapusan kemiskinan ekstrem. Salah satunya, pembelajaran baik praktik konvergensi, sinergi, integrasi sasaran melalui penggunaan data hasil triangulasi data P3KE oleh seluruh kementerian/lembaga dan pemerintah daerah selama 2022-2024 untuk terus dilanjutkan.

“Praktik baik tersebut perlu dikembangkan menjadi Sistem Pensasaran Nasional yang terintegrasi dengan berbagai basis data di berbagai kementerian/lembaga untuk meningkatkan akurasi data pensasaran program,” ungkapnya.

Kemudian, Muhadjir menyebutkan bahwa untuk menjaga pencapaian penurunan kemiskinan ekstrem dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, perlu diterapkan prinsip desain program perlindungan sosial sepanjang hayat yang komprehensif dan terintegrasi yang memberikan prioritas kepada para kelompok rentan.

“Keberlanjutan capaian program-program pengurangan beban dan kantong-kantong kemiskinan tersebut perlu didukung dan terus disempurnakan, misalnya dengan regionalisasi nilai bantuan sosial agar sesuai dengan kondisi dan konteks masyarakat, serta memberikan porsi lebih besar pada program pemberdayaan masyarakat dan peningkatan pendapatan,” pintanya.

Selanjutnya, terkait target penurunan kemiskinan ekstrem yang saat ini telah mendekati nol persen dengan garis kemiskinan 1,9 USD PPP, Muhadjir menyarankan agar ke depan perlu dilakukan penyesuaian perhitungan tingkat kemiskinan ekstrem dengan standar baru.

“Pastikan keberlanjutan upaya penurunan kemiskinan ekstrem dengan melanjutkan regulasi terkait penghapusan kemiskinan ekstrem dengan melakukan reviu regulasi percepatan penanggulangan kemiskinan yang ada,” pungkasnya.

Menutup acara Rapat Koordinasi ini, Wapres secara simbolis menyerahkan Insentif Fiskal kepada 22 pemerintah daerah, yakni Provinsi Sumatera Barat, Provinsi Banten, Provinsi Jawa Barat, Provinsi Jawa Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kabupaten Aceh Selatan, Kabupaten Batu Bara, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Pati, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Bulungan, Kabupaten Gunung Mas, Kabupaten Lembata, Kabupaten Jayapura, Kota Tangerang, Kota Salatiga, Kota Madiun, Kota Denpasar, Kota Banjarmasin, Kota Bau-Bau, dan Kota Gorontalo.

Daerah-daerah tersebut adalah sebagian dari total 130 pemerintah daerah yang mendapatkan penghargaan karena dinilai berkinerja baik dalam mengupayakan penurunan kemiskinan ekstrem di daerahnya pada semester pertama tahun 2024.

Selain Menko PMK, hadir pada acara ini Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, serta para gubernur, bupati, dan wali kota penerima penghargaan.

Sementara, Wapres didamping Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Suprayoga Hadi, Deputi Bidang Administrasi Sapto Harjono W.S., Staf Khusus Wapres Imam Aziz, Zumrotul Mukafa, dan Lukmanul Hakim, serta Direktur Eksekutif KNEKS Sholahudin Al Aiyub. (RN-rls)

Tags: BeritaIndonesiaKH Ma'ruf AminMaruf AminNasionalNewsPemerintahanWakil Presiden Ma'ruf AminWakil Presiden RIWapresWapres Ma’ruf AminWarta

Previous Post

Wapres Serahkan Dana Insentif Fiskal Kepada 22 Pemerintah Daerah

Next Post

Jelang Purna Tugas, Wapres Optimis Angka Kemiskinan Ekstrem Dekati 0 Persen

BeritaTerkait

Nasional

Usai Dialog, Wapres dan Perwakilan Mahasiswa Salat Magrib Berjemaah di Masjid Baiturrahman Setwapres

Senin, 15 Juni 2026
Nasional

Terima APMI, Wapres Bahas Tantangan dan Penguatan Ekosistem Industri Musik Nasional

Kamis, 11 Juni 2026
Nasional

Terima AISMOLI, Wapres Dorong Penguatan Sinergi Pengembangan Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional

Rabu, 10 Juni 2026
Nasional

Terima APKLI, Wapres Dukung Penguatan PKL dan UMKM

Selasa, 9 Juni 2026
Load More
Next Post

Jelang Purna Tugas, Wapres Optimis Angka Kemiskinan Ekstrem Dekati 0 Persen

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Warta Terkini

PKB Desak Pemerintah Usut Tuntas Mafia Badal Haji dan DAM

Disperkimta Tangsel Jelaskan Mekanisme Pelayanan Pemakaman bagi Masyarakat

Terima APMI, Wapres Bahas Tantangan dan Penguatan Ekosistem Industri Musik Nasional

Terima AISMOLI, Wapres Dorong Penguatan Sinergi Pengembangan Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional

Terima APKLI, Wapres Dukung Penguatan PKL dan UMKM

Buka GenIUS Research Expo 2026, Wapres Tanamkan Semangat Belajar dan Pengabdian bagi Generasi Muda Papua

Terima Yayasan Widya Cahaya Nusantara, Wapres Dukung Pengembangan Museum Asmat dan Sekolah Lapang Sagu

Beri Pembekalan Peserta Didik Lemhannas, Wapres Dorong Birokrasi Gesit, Kolaboratif, dan Berbasis Digital

Populer

  • Wagub Ariza dan Menaker Ida Fauziah Ajak Pekerja Bangkit Bersama Melalui Vaksinasi COVID-19

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ratusan Santri dan Mahasiwa Al-Qur’an Universitas PTIQ Gelar Doa Bersama Jelang Pelantikan Prabowo-Gibran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Review Spesifikasi HP Oppo, Menonjolkan Triple Camera Dan Layar 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ke Indramayu, Wapres Resmikan Universitas Darul Ma’arif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Terima GDN, Wapres Tekankan Peran Generasi Muda dalam Diplomasi Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Facebook Twitter Instagram Youtube
Warta Indonesia

Tentang Kami | Redaksi | Disclaimer | Contact

Pedoman Media Siber | Privasi Policy

SOP Perlindungan Wartawan 

© 2021-2024 Wartaindonesia.co.id | Portal Berita & Informasi Indonesia

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
  • Jabodetabek
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekbis
  • Hukum
  • Politik
  • Indeks

© 2021-2024 Wartaindonesia.co.id | Portal Berita & Informasi Indonesia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist