Warta Indonesia
No Result
View All Result
Kamis, 26 Februari 2026
  • Login
  • Home
  • Daerah
  • Jabodetabek
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekbis
  • Hukum
  • Politik
  • Indeks
Subscribe
No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
  • Jabodetabek
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekbis
  • Hukum
  • Politik
  • Indeks
No Result
View All Result
Warta Indonesia
No Result
View All Result
Home Nasional

Pemanfaatan DAK Dongkrak Kapasitas Produksi Sentra IKM Perak Desa Celuk Gianyar

Wartaindonesia.co.id
Rabu, 23 April 2025
-- Nasional
Bagikan di FacebookBagikan di Twitter
Warning: mysqli_query(): (HY000/1114): The table ‘(temporary)’ is full in /home/u6998656/public_html/wp-includes/class-wpdb.php on line 2345

Kementerian Perindustrian bertekad untuk terus mengembangkan sentra industri kecil dan menengah (IKM) karena berperan penting terhadap upaya peningkatan produktivitas dan daya saing pelaku IKM di daerah. Langkah strategis ini juga diyakini dapat memacu pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam hal ini, Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (Ditjen IKMA) bersinergi dengan pemerintah daerah seperti Kabupaten Gianyar untuk mendorong penguatan ekosistem industri kerajinan perak secara menyeluruh. Kolaborasi ini diwujudkan melalui pembangunan Sentra Industri Kerajinan Perak yang berlokasi di Desa Celuk, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, sebuah kawasan yang sejak lama dikenal sebagai pusat kerajinan perak tradisional Bali.

Desa Celuk memiliki sejarah panjang dalam seni kerajinan perak yang telah berkembang sejak tahun 1915. Kerajinan perak yang diproduksi, awalnya hanya untuk keperluan upacara adat, namun pada 1935 mulai merambah sektor perhiasan dan aksesori yang diproduksi untuk kepentingan komersial.

Memasuki era modern, perajin mulai menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan inovasi, sulitnya menjangkau pasar yang lebih luas, hingga minimnya pelatihan dan dukungan manajerial. Pemerintah menyadari dibutuhkannya sebuah wadah kolektif yang mampu mengintegrasikan berbagai sumber daya untuk meningkatkan daya saing industri kerajinan perak di Desa Celuk.

“Diperlukan sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah agar pembangunan sentra IKM bisa tepat sasaran dan berkelanjutan. Hal ini untuk memastikan bahwa sentra benar-benar menjawab kebutuhan pelaku IKM di lapangan,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita di Jakarta, Rabu (23/4).

Reni mengungkapkan, kolaborasi dalam pengembangan Sentra IKM Kerajinan Perak Celuk tidak hanya fokus pada pengembangan sentra, tetapi juga menyasar pada peningkatan efisiensi produksi, pengembangan inovasi dan kreativitas, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia perajin perak.

Pembiayaan pengembangan sentra dilakukan dengan pemanfaatan Dana Alokasi Khusus (DAK), yang diawali dengan pembangunan Gedung Pusat Pengembangan Sentra Industri Kerajinan Perak yang berlokasi di Jalan Klaci, Desa Celuk, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar pada tahun 2016 dan 2018, yang kemudian direvitalisasi pada tahun 2022. Alokasi DAK juga digunakan untuk melengkapi fasilitas sentra dengan teknologi modern, yang menjadi kunci peningkatan daya saing perajin lokal di tengah pasar global yang semakin kompetitif.

Gedung Pusat Pengembangan Sentra Industri Kerajinan Perak Desa Celuk menyediakan berbagai fasilitas modern yang dimanfaatkan oleh para pelaku IKM, di antaranya uji kadar perak, fasilitascasting, desain 2D dan 3D,CNC engravingdanmilling, 3Dprinting, serta mesin lasercuttingdanmarkinguntuk produksi massal. Teknologi ini tidak hanya mempercepat proses produksi, tetapi juga meningkatkan presisi, daya tahan, dan kualitas estetika produk.

Reni menambahkan, pemanfaatan teknologi menjadi kunci penting untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memenuhi standar pasar ekspor, khususnya di kawasan Eropa yang sangat menekankan aspek kualitas dan tingkat kepresisian produk. “Melalui fasilitas ini, perajin kini dapat mengakses teknologi tinggi, sekaligus memperkenalkan teknologi modern dalam industri kerajinan tradisional Bali,” imbuhnya.

Terdapat 152 unit usaha IKM dengan total tenaga kerja sebanyak 2.364 orang yang berada di lingkungan Sentra Industri Kerajinan Perak Desa Celuk, menandai bahwa industri ini semakin inklusif dan berdampak langsung terhadap ekonomi lokal. Adapun volume produksi di sentra ini telah mampu mencapai angka 4.515 kg per tahun dengan nilai omzet mencapai angka Rp158 miliar per tahun.

Tidak hanya menjangkau pasar domestik, produk kerajinan perak dari Desa Celuk juga menembus pasar ekspor dengan pengiriman rutin ke Amerika Serikat, Australia, Asia Timur, Eropa, Asia Tengah, hingga Afrika.

“Sentra Industri Kerajinan Perak Desa Celuk adalah bukti bahwa pelestarian budaya tidak harus berjalan sendiri. Dengan dukungan teknologi dan strategi yang tepat, produk warisan lokal bisa bersaing secara global,” ungkap Reni.

Dirjen IKMA menyampaikan, sentra IKM lebih dari sekedar fasilitas produksi namun turut berperan membangun ekosistem pembelajaran yang menyeluruh, khususnya bagi generasi baru perajin yang adaptif dan inovatif.

“Melalui pelatihan teknologi, pengembangan desain, dan manajemen usaha, sentra ini memastikan keberlanjutan industri dalam jangka panjang. Tentu saja, semua ini tak lepas dari peran strategis pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuhnya IKM,” ucapnya.

Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan pun telah menyusun langkah strategis ke depan. Ini termasuk penguatan kelembagaan sentra, pelatihan operator, pengembangan kemitraan, serta penyusunan strategi branding produk secara kolektif.

Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Yedi Sabaryadi menyampaikan, sejumlah IKM di sentra industri kerajinan perak Desa Celuk telah difasilitasi untuk mengikuti berbagai pameran lokal sebagai ajang promosi dan perluas akses pasar. Di sisi pengembangan kapasitas, pendampingan melalui program Design Lab telah menyasar belasan pelaku usaha, membantu mereka dalam inovasi desain dan diferensiasi produk sesuai tren pasar.

Menurut Yedi, fasilitasi ini merupakan bagian dari strategi pengembangan yang komprehensif, yang tidak hanya fokus pada peningkatan produksi tetapi juga pada penguatanbrandingdan perluasan jaringan pasar. Selain itu, program yang diselenggarakan oleh Kemenperin seperti Design Lab, juga menjadi salah satu wujud konkret upaya pemerintah dalam mempertemukan kemampuan para perajin dengan kreativitas desainer lokal agar industri kerajinan perak Desa Celuk dapat mengikuti perkembangan produk yang diminati pasar global.

“Kami harap di masa mendatang, Sentra Industri Kerajinan Perak Desa Celuk dapat terus berkolaborasi dengan berbagai pihak, seperti Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) maupun Balai Diklat Industri (BDI) Denpasar sebagai unit kerja dari Kemenperin, maupun dengan pihak lainnya seperti akademisi, asosiasi, desainer hinggainfluencer,” tuturnya.

Yedi menyatakan, sentra IKM ini tidak hanya menjadi tempat produksi, tetapi harus berkembang sebagai pusat inovasi dan edukasi, terutama bagi generasi muda. “Di sinilah warisan seni kerajinan perak Bali bisa dilanjutkan, dikembangkan, dan disebarluaskan ke pasar dunia,” pungkasnya.

Tags: IndonesiaKementerianNasionalNusantaraPemerintah

Previous Post

Perum BULOG Terima Kunjungan Menteri Pertanian dan Keterjaminan Makanan Malaysia

Next Post

Telkom Indonesia Kembali Masuk Daftar LinkedIn Top Companies 2025

BeritaTerkait

Nasional

Kunjungi Pasar Badung Bali, Wapres Tinjau Stabilitas Harga dan Transaksi Pembayaran Non Tunai

Jumat, 13 Februari 2026
Nasional

Pesantren Bukan Sekadar Ngaji, Menko Muhaimin: Santri Harus Kaya dan Mandiri

Jumat, 6 Februari 2026
Nasional

Chusnunia : Berdayakan Peternak Lokal untuk Penuhi Kebutuhan Susu Nasional

Jumat, 6 Februari 2026
Nasional

Wapres Gibran Tinjau Pasar Cikurubuk, Pastikan Harga Pangan Stabil dan Pasokan Aman

Selasa, 20 Januari 2026
Load More
Next Post

Telkom Indonesia Kembali Masuk Daftar LinkedIn Top Companies 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Warta Terkini

PKB: NU Pilar Strategis Bangsa, Harus Tetap Kuat di Abad Kedua

Komisi XI DPR RI Dukung Pelanggaran di Pasar Modal Ditindak Tegas

Mujahadah Kubro 1 Abad NU, Cak Udin Instruksi Kader PKB Turun Melayani Jemaah

Silaturahim Perdana Ketua DPW PKB Aceh ke Sesepuh Partai di Subulussalam Berlangsung Khidmat dan Penuh Kekeluargaan

Pesantren Bukan Sekadar Ngaji, Menko Muhaimin: Santri Harus Kaya dan Mandiri

Kapal Karam 4 Orang Hilang, Komisi V Minta Basarnas Gerak Cepat

Chusnunia : Berdayakan Peternak Lokal untuk Penuhi Kebutuhan Susu Nasional

MI Berprestasi, MA Responsif: Pembangunan UIN Jakarta Panen Apresiasi di JMA 2026

Populer

  • Menperin: Kompetisi Olahraga Optimalkan Penggunaan Produk Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Covid-19 Melonjak Drastis, Gus Muhaimin Minta Keselamatan Nyawa Diutamakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Review Spesifikasi HP Oppo, Menonjolkan Triple Camera Dan Layar 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perkembangan Data Kasus dan Vaksinasi COVID-19 di Jakarta per 26 Maret 2021

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lantik Kepala SKK Migas, Menteri ESDM: Peningkatan Lifting Migas adalah Tugas Utama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Facebook Twitter Instagram Youtube
Warta Indonesia

Tentang Kami | Redaksi | Disclaimer | Contact

Pedoman Media Siber | Privasi Policy

SOP Perlindungan Wartawan 

© 2021-2024 Wartaindonesia.co.id | Portal Berita & Informasi Indonesia

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
  • Jabodetabek
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekbis
  • Hukum
  • Politik
  • Indeks

© 2021-2024 Wartaindonesia.co.id | Portal Berita & Informasi Indonesia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist