Warta Indonesia
No Result
View All Result
Selasa, 10 Maret 2026
  • Login
  • Home
  • Daerah
  • Jabodetabek
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekbis
  • Hukum
  • Politik
  • Indeks
Subscribe
No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
  • Jabodetabek
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekbis
  • Hukum
  • Politik
  • Indeks
No Result
View All Result
Warta Indonesia
No Result
View All Result
Home Politik

Menteri Bikin Gaduh Ganti Saja!

Warta Indonesia
Rabu, 19 Februari 2020
-- Politik
Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

Jakarta – Pada kurun waktu semester pertama sebaiknya Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengganti para menteri yang berkinerja kurang baik. Kurun waktu 100 hari bisa menjadi tolak ukur.

“Terlebih terhadap menteri yang selama 100 hari hanya memicu kegaduhan di masyarakat. Perlu ada ketegasan dari Jokowi,” ujar Peneliti Senior dari Candidate Centre, Sonny Majid, Rabu (19/2).

Ia menuturkan, bahwa 100 hari dianggap masih menjadi ajang konsolidasi internal, tidak serta merta menjadi alasan. Efektivitas konsolidasi tergantung dari gaya kepemimpinan dan perencanaan kerja. Skema perencanaan menjadi patokan untuk melaksanakan tahap awal program sehingga lebih terarah.

“Ya minimal mulai meluncurkan gagasan-gagasan ke ruang publik melalui media. Tapi ini kan ada beberapa menteri yang justru melontarkan pernyataan membuat gaduh, memicu pro-kontra,” ujarnya.

Mungkin maksudnya, lanjut Sonny, untuk mengecek respon publik, atau biar menjadi trending, tapi kalau hanya sebatas mengejar trending topic siapapun bisa. “Tapi kan bukan itu,” tegasnya.

“Saat ini antar-menteri sering berbeda pandangan Buat saya itu kurang baik, mengesankan seperti tidak solid di kabinet,” ujarnya menambahkan.

Perlu disadari adalah, para menteri harus mengacu kepada visi presiden, bukan sebaliknya para menteri punya visi sendiri-sendiri. Menurutnya, para menteri mem-breakdown visi presiden dalam bentuk program. Maka dari itu akan ada kesamaan platform. Tinggal bagaimana program itu tersosialisasi dengan baik ke publik.

Rektor Universitas Negeri Gorontalo Eduart Wolok mengatakan pengukuran kinerja pemerintahan berbeda dengan pengukuran mengenai kepuasan publik. Publik biasanya melihat dari apa yang tampak dari media massa, bukan pencapaian target dan indikator program kerja pemerintah.

Ia menyayangkan munculnya wacana penilaian atas kinerja wapres yang dianggap rendah. Padahal presiden dan wapres sepaket. Jadi tidak bisa memberikan penilaian secara terpisah. Wapres memosisikan diri melakukan pengawasan, jadi secara logika menjadi aneh ketika persentasenya lebih tinggi dari presiden.

“Kinerja wapres saya rasa on the right track, sebab wapres memosisikan diri sebagai pembantu presiden dalam hal pengawasan dan monitoring program pemerintah,” tandas Eduart.

Eduart punya pendapat sama, bahwa kinerja baru bisa mendapat gambaran saat memasuki triwulan kedua (semester pertama) dimana tahun anggaran masih berjalan. Menurutnya, mengukur kepuasan publik untuk 100 hari dan menyamakan dengan kinerja pemerintah adalah hal yang tidak pas. (Za)

Foto: Dok. Ilustrasi Jawa Pos

 

Tags: Berita IndonesiaIndonesiaIndonesia NewsKabar IndonesiaNasionalPemerintahanWartaWarta Indonesia

Previous Post

PEDULI WARGA TERDAMPAK BENCANA, KAPOLSEK CAMPAKA POLRES PURWAKARTA POLDA JABAR BERIKAN BANTUAN

Next Post

SEJUMLAH PEJABAT POLDA DAN KAPOLRES JAJARAN POLDA JABAR DI SERAH TERIMAKAN

BeritaTerkait

Politik

PKB: NU Pilar Strategis Bangsa, Harus Tetap Kuat di Abad Kedua

Sabtu, 7 Februari 2026
Politik

Komisi XI DPR RI Dukung Pelanggaran di Pasar Modal Ditindak Tegas

Sabtu, 7 Februari 2026
Politik

Kapal Karam 4 Orang Hilang, Komisi V Minta Basarnas Gerak Cepat

Jumat, 6 Februari 2026
Ahmad Fauzi dalam agenda Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR ke Kantor Jalan Tol PT Marga Trans Nusa (MTN) di Kota Tangerang Selatan
Politik

Ahmad Fauzi: Jangan Korbankan Keselamatan Pengguna Jalan Tol Kunciran–Serpong

Jumat, 28 November 2025
Load More
Next Post

SEJUMLAH PEJABAT POLDA DAN KAPOLRES JAJARAN POLDA JABAR DI SERAH TERIMAKAN

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Warta Terkini

Jaga Pasokan dan Stabilitas Harga Jelang Lebaran, Wapres Tinjau Pasar Gelondong Gede Tuban

Wapres Pimpin Rapat Koordinasi Penanganan Banjir di Tuban

Ke Jawa Barat, Wapres Tinjau Pelatihan AI dan Penguatan Literasi Digital

Terima Pegiat Esports, Wapres Dorong Penguatan Ekosistem dan Regenerasi Atlet Digital

Terima IKPI, Wapres Tegaskan Pentingnya Penguatan Ekosistem Perpajakan Nasional

Kunjungi Pasar Badung Bali, Wapres Tinjau Stabilitas Harga dan Transaksi Pembayaran Non Tunai

PKB: NU Pilar Strategis Bangsa, Harus Tetap Kuat di Abad Kedua

Komisi XI DPR RI Dukung Pelanggaran di Pasar Modal Ditindak Tegas

Populer

  • Hari Kedua di Kaltara, Presiden akan Groundbreaking PLTA Mentarang Induk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Melihat Simulasi Bencana Gempa di Posko Tagana Jakut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perkembangan Data Kasus dan Vaksinasi COVID-19 di Jakarta per 28 April 2021

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TelkomGroup Pastikan Kenyamanan Digital Pelanggan di Momen Natal 2024 dan Tahun Baru 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Giat Patroli Rutin Sat Polair Polres Karawang Polda Jabar ke Perairan Pasir Putih, Tengkolak Dan Muara Cilamaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Facebook Twitter Instagram Youtube
Warta Indonesia

Tentang Kami | Redaksi | Disclaimer | Contact

Pedoman Media Siber | Privasi Policy

SOP Perlindungan Wartawan 

© 2021-2024 Wartaindonesia.co.id | Portal Berita & Informasi Indonesia

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
  • Jabodetabek
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekbis
  • Hukum
  • Politik
  • Indeks

© 2021-2024 Wartaindonesia.co.id | Portal Berita & Informasi Indonesia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist