Warta Indonesia
No Result
View All Result
Senin, 22 Juni 2026
  • Login
  • Home
  • Daerah
  • Jabodetabek
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekbis
  • Hukum
  • Politik
  • Indeks
Subscribe
No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
  • Jabodetabek
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekbis
  • Hukum
  • Politik
  • Indeks
No Result
View All Result
Warta Indonesia
No Result
View All Result
Home Nasional

Kemenperin-Dekranas Bimbing IKM Tenun Gunakan Pewarna Alam

Wartaindonesia.co.id
Kamis, 20 Maret 2025
-- Nasional
Bagikan di FacebookBagikan di Twitter
Warning: mysqli_query(): (HY000/1114): The table ‘(temporary)’ is full in /home/u6998656/public_html/wp-includes/class-wpdb.php on line 2345

Kementerian Perindustrian semakin gencar meningkatkan daya saing industri kecil dan menengah (IKM) dalam negeri, termasuk pada pelaku IKM wastra atau kain tradisional. Upaya peningkatan daya saing ini antara lain terkait kualitas produk, kapasitas pemilik usaha, kemampuan perajin, serta mendorong untuk penerapan industri ramah lingkungan.

“Di antara komoditas produk wastra adalah kain tenun, yang juga merupakan salah satu komoditas unggulan budaya Indonesia. Selain itu, sebagai bagian dari industri tekstil, komoditas kain tenun memiliki kontribusi besar dalam perekonomian nasional,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (20/3).

Kemeperin mencatat, potensi industri tekstil di Indonesia didukung dengan jumlah produsen kain skala kecil yang melebihi dari 300 ribu unit usaha, dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 450 ribu orang. “Kain tenun sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia juga memiliki peluang pasar yang besar, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai ekspor kain tenun ikat pada tahun 2024 yang mencapai nilai USD701,6 juta,” ungkap Dirjen IKMA.

Reni menyatakan, kain tenun merupakan produk budaya Indonesia yang terkenal akan keindahannya sampai mancanegara dan mampu membawa dampak ekonomi secara substantif. “Karena itu perlu terus kita lestarikan dan kembangkan industrinya bersama seluruh stakeholder terkait,” ujarnya.

Reni mengemukakan, pelaku industri kain tenun kerap mengalami tantangan dalam upaya peningkatan kualitas dan inovasi produknya, misalnya keterbatasan terhadap sumber daya seperti bahan pewarna. “Sehingga Ditjen IKMA kini terus mendorong pelaku IKM tenun agar beralih menggunakan pewarna alam,” terangnya.

Bahan pewarna alam tidak hanya sesuai dengan prinsip industri hijau karena ramah lingkungan, tetapi ketersediaannya juga melimpah karena dapat ditemui di alam sekitar sehingga cocok untuk digunakan oleh pelaku IKM.

“Kekayaan alam Indonesia banyak yang dapat dijadikan bahan pewarna alam, misalnya kunyit, kayu nangka, daun mangga, jambu biji, dan lain-lain, jadi sudah sewajarnya kita manfaatkan. Tenun sebagai kekayaan budaya Indonesia, diwarnai dengan bahan dari kekayaan alam Indonesia,” imbuhnya.

Menurut Reni, pewarna alam tidak hanya ekonomis, tetapi juga mampu meningkatkan nilai tambah pada produk tenun. Bahkan, dengan juga didukung oleh preferensi konsumen global saat ini, menjadikannya sebuah peluang yang harus dimanfaatkan untuk meningkatkan daya saing.

“Penggunaan pewarna alam pada produk wastra dapat memberikan corak yang khas dengan warna-warna yang beragam dan menarik. Apalagi saat ini konsumen juga mengalami perubahan selera dan lebih peka terhadap isu lingkungan, sehingga mereka jadi lebih pro terhadap produk-produk sustainable,” papar Reni.

Dalam upaya peningkatan daya saing IKM tentun tersebut, Ditjen IKMA bersama Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) menggelar “Bimbingan Teknis Pewarnaan Alam IKM Tenun di Kalimantan Timur” yang dilaksanakan di Kabupaten Penajam Paser Utara pada tanggal 18 hingga 21 Maret 2025. Bimbingan teknis ini diberikan kepada 20 IKM tenun dari Kabupaten Penajam Paser Utara dengan instruktur dari Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik (BBSPJI Kerajinan dan Batik).

Kegiatan bimbingan teknis tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara perayaan HUT Dekranas ke-45 yang dibuka pada 11 Maret 2025. Dalam pelaksanaannya, kegiatan bimbingan teknis ini melibatkan Dinas KUKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Penajam Paser Utara, Ketua Dekranasda Kota Penajam Paser Utara, Direktur Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, serta Kepala Desa Telemow. 

“Komposisi pelaksanaan kegiatan bimbingan teknis ini 80 persen berupa materi praktik, jadi para peserta dapat langsung menerapkan ilmunya. Tentunya, mereka akan dibekali pengetahuan seputar proses pewarnaan alam pada benang tenun terlebih dahulu,” ujar Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan, Budi Setiawan.

Menurutnya, bahan-bahan pewarna alam yang digunakan juga berasal dari alam sekitar, dengan begitu para peserta dapat membuat produk Tenun khas Penajam Paser Utara dengan ciri khas tersendiri karena memanfaatkan sumber daya lokal yang ada.

Tags: IndonesiaKementerianNasionalNusantaraPemerintah

Previous Post

Personalisasi Tanpa Batas di Galaxy S25 Series: Animasi, Wallpaper, hingga Filter Foto

Next Post

Direktur Utama Brantas Abipraya Raih Penghargaan Indonesia Best CEO

BeritaTerkait

Nasional

Tanam Pohon Cemara di Gereja Katedral Salib Suci Baru, Wapres Dukung Keberlanjutan Pembangunan Rumah Ibadah di Asmat

Minggu, 21 Juni 2026
Nasional

Buka Pesparawi Nasional XIV, Wapres Apresiasi Transformasi RTP Borarsi Jadi Pusat Kegiatan Nasional

Sabtu, 20 Juni 2026
Nasional

Perkuat Potensi Perkebunan Papua Barat, Wapres Tanam Bibit Kakao di Manokwari Selatan

Sabtu, 20 Juni 2026
Nasional

Buka PENAS Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo, Wapres Tegaskan Petani dan Nelayan Garda Terdepan Kemandirian Pangan

Sabtu, 20 Juni 2026
Load More
Next Post

Direktur Utama Brantas Abipraya Raih Penghargaan Indonesia Best CEO

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Warta Terkini

Buka Pesparawi Nasional XIV, Wapres Apresiasi Transformasi RTP Borarsi Jadi Pusat Kegiatan Nasional

Perkuat Potensi Perkebunan Papua Barat, Wapres Tanam Bibit Kakao di Manokwari Selatan

Buka PENAS Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo, Wapres Tegaskan Petani dan Nelayan Garda Terdepan Kemandirian Pangan

Jelang Tahun Ajaran Baru, Wapres Ajak Anak-Anak Panti Asuhan di Gorontalo Belanja Kebutuhan Sekolah

Dukung Ketahanan Pangan Gorontalo, Wapres Kawal Percepatan Penyelesaian Bendungan Bulango Ulu

Di Tengah Perjalanan Menuju Bendungan, Wapres Singgah ke SDN 07 Bulango yang Pernah Terbakar

Tinjau Pasar Lama Mbongawani, Wapres Dorong Percepatan Operasional dan Penguatan Ekonomi Rakyat

Wapres Minta KDMP Jadi Ekosistem yang Saling Mengisi dengan Usaha Warga

Populer

  • Ratusan Santri dan Mahasiwa Al-Qur’an Universitas PTIQ Gelar Doa Bersama Jelang Pelantikan Prabowo-Gibran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ke Indramayu, Wapres Resmikan Universitas Darul Ma’arif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Review Spesifikasi HP Oppo, Menonjolkan Triple Camera Dan Layar 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPU Tangsel Bangun Jalan dan Drainase di Perumahan Bukit Serpong Mas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buka Pesparawi Nasional XIV, Wapres Apresiasi Transformasi RTP Borarsi Jadi Pusat Kegiatan Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Facebook Twitter Instagram Youtube
Warta Indonesia

Tentang Kami | Redaksi | Disclaimer | Contact

Pedoman Media Siber | Privasi Policy

SOP Perlindungan Wartawan 

© 2021-2024 Wartaindonesia.co.id | Portal Berita & Informasi Indonesia

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
  • Jabodetabek
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekbis
  • Hukum
  • Politik
  • Indeks

© 2021-2024 Wartaindonesia.co.id | Portal Berita & Informasi Indonesia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist