Warta Indonesia
No Result
View All Result
Kamis, 29 Januari 2026
  • Login
  • Home
  • Daerah
  • Jabodetabek
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekbis
  • Hukum
  • Politik
  • Indeks
Subscribe
No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
  • Jabodetabek
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekbis
  • Hukum
  • Politik
  • Indeks
No Result
View All Result
Warta Indonesia
No Result
View All Result
Home Ekbis

Ini yang Harus Diperhatikan Pengembang dalam Memonetisasi Aplikasi

Warta Indonesia
Kamis, 29 Juli 2021
-- Ekbis
Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

Adopsi seluler dan Indonesia tercatat cukup tinggi. Hal itu ditandai dengan tingkat penetrasi seluler yang mencapai 47,6%. Sementara itu, pasar aplikasi berkembang dengan pesat. Rata-rata 1.153 aplikasi baru dirilis setiap hari di App Store dan 3.119 aplikasi baru hadir setiap hari di Google Play Store. Fakta ini tentu saja menjadi peluang yang menjanjikan bagi para pengembang aplikasi seluler.
Sejatinya, para pengembang aplikasi harus mampu mengambil langkah penting dalam memasarkan aplikasinya. Antara lain, dengan mengetahui peraturan dan metode monetisasi yang berlaku agar aplikasi mereka dapat ditampilkan di berbagai app store.
Sayangnya, menurut CEO dan Co-Founder AVOW Robert Wildner, banyak pemasar menghindari app store alternatif, karena mereka meyakini bahwa penagihan terpisah untuk setiap Original Equipment Manufacturer (OEM) bersifat wajib. Mitos ini menghalangi banyak pengembang game untuk memanfaatkan pasar OEM yang belum dijangkau.
“Kesalahpahaman ini terjadi karena implementasi solusi penagihan dapat menjadi proses yang rumit bagi pengembang yang mengandalkan pendapatan dari dalam aplikasi. Contohnya, perusahaan yang ingin mendaftarkan game seluler mereka di beberapa app store. Jika ingin menawarkan aplikasi di Google Play, pengembang harus memastikan bahwa snippet penagihan di app store tersebut dapat berfungsi untuk game mereka,” ia memaparkan.
Diakui Robert, ada solusi lain bagi pengembang game untuk memanfaatkan app store Samsung, Huawei, dan Xiaomi, yang mengintegrasikan solusi penagihan sehingga pengembang dapat menawarkan aplikasi mereka di app store tersebut.
“Saat bekerja sama dengan OEM seperti ini, perusahaan perlu menegosiasikan perjanjian bagi hasil antara publisher dan pemilik app store berupa tarif default atau persentase pembelian dalam aplikasi. Untuk itu, pengembang game perlu mengevaluasi setiap OEM secara terpisah dan mengetahui apakah mereka memberikan izin untuk sistem penagihan Google,” sarannya.
Lebih jauh Robert menerangkan, setiap app store alternatif memiliki karakteristik masing-masing. Karakteristik ini akan memengaruhi implementasi solusi penagihan. Dia mencontohkan, jika pengembang game ingin menjalankan promosi berbayar dengan Huawei, maka aplikasi harus terdaftar di Huawei App Gallery dan harus mengintegrasikan solusi penagihan Huawei.
Namun, sebagian besar pengembang lebih memilih untuk tetap menggunakan solusi penagihan Google Play dalam OEM, seperti app store OPPO, Vivo, dan Xiaomi, guna menghindari beban kerja tambahan dalam menyiapkan dan menambahkan beberapa kontrak dengan berbagai macam perjanjian bagi hasil yang akan perlu dipantau.
Ditegaskan Robert, AVOW dapat mengelola proses ini dengan menggunakan solusi penagihan dan API yang sama. Banyak pengembang meyakini bahwa mereka tidak akan dapat memonetisasi inventaris mereka jika instalasi aplikasi tersebut tidak berasal dari Google Play Store.
“Ini adalah mitos lain yang membuat para pengembang game tidak dapat memanfaatkan OEM. Para pengembang merasa khawatir bahwa pendistribusian di app store alternatif berarti monetisasi mereka tidak akan diakui oleh perusahaan video iklan, seperti AppLovin atau Unity, yang menjual inventaris mereka. Ini adalah mitos yang terus menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengembang yang meyakini bahwa ini akan memengaruhi build rate mereka karena proses distribusi tidak dilakukan melalui Google,” urainya.
Baru-baru ini, Google Admob meluncurkan opsi untuk memilih app store OEM sebagai salah satu channel distribusi. Dengan mempertimbangkan hal ini, pengembang aplikasi game memiliki peluang untuk mengisi ruang iklan di aplikasi mereka tanpa mengkhawatirkan masalah-masalah terkait monetisasi aplikasi.
“Saat ini, AVOW bermitra dengan berbagai OEM di seluruh dunia dan mencakup 42% pasar android global. Tujuan kami adalah membuat sebanyak mungkin pengembang aplikasi menyadari peluang besar yang ada jika bekerja dengan OEM dan inventaris pengguna mereka yang belum dijangkau,” pungkasnya.

Tags: BisnisEkonomiIndonesiaNasionalNusantaraPress ReleaseSiaran PersWarta

Previous Post

Shipper Bantu Distribusi Donasi Alkes ke Rumah Sakit Darurat Covid-19

Next Post

Bagaimana PR bisa Mengubah Pola Sarapan Masyarakat?

BeritaTerkait

Ekbis

Daikin Gelar Designer Awards 2025

Sabtu, 29 November 2025
Ekbis

Aqua Resmi Jadi Partner Hidrasi Taman Mini Indonesia Indah

Sabtu, 29 November 2025
Ekbis

Mekari Talenta Dorong Perusahaan Manfaatkan Disrupsi untuk Pertumbuhan Bisnis

Sabtu, 29 November 2025
Ekbis

Tulola Jewelry, Bakti BCA, dan Reza Rahadian Berkolaborasi Hadirkan Koleksi Terbaru

Sabtu, 29 November 2025
Load More
Next Post

Bagaimana PR bisa Mengubah Pola Sarapan Masyarakat?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Warta Terkini

Bertemu Forkopimda dan Tokoh Adat Papua Pegunungan, Wapres Dorong Semangat Persatuan untuk Sukseskan Pembangunan

Perkuat Pembinaan Generasi Muda Papua Pegunungan, Wapres Bermain Sepak Bola Bersama Anak-anak SSB di Wamena

Tinjau Pasar Ikan Fandoi Biak, Wapres Tekankan Mutu Hasil Nelayan untuk Perluasan Pasar Ekspor

Pastikan Pendidikan Menjangkau Anak Kurang Mampu, Wapres Tinjau SRMA 41 Biak

Pimpin Rakornas Kepariwisataan 2026, Wapres Gibran Dorong Penguatan Program Pariwisata Berkelanjutan

Tinjau Posko Pengungsian dan Permukiman Terdampak Banjir di Kabupaten Banjar, Wapres Pastikan Perlindungan Warga dan Percepatan Pemulihan

Ditargetkan Rampung Januari 2026, Wapres Tinjau Pembangunan SMA Taruna Nusantara IKN

Tinjau Kawasan Olahraga dan RTH IKN, Wapres Dorong Ruang Publik Hijau Berkelanjutan

Populer

  • Pacu Kualitas SDM Industri, Menperin Resmikan Gedung Baru SMK-SMAK Bogor

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Arti Warta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Review Spesifikasi HP Oppo, Menonjolkan Triple Camera Dan Layar 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • WAKA POLDA JABAR : Rakernis Merupakan Implementasi Program Prioritas Kapolri Dalam Mewujudkan SDM Unggul dan Penguatan Penegakan Hukum yang Profesional serta Berkeadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Isdianto Dorong Optimalisasi Peran BKKBN Kepri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Facebook Twitter Instagram Youtube
Warta Indonesia

Tentang Kami | Redaksi | Disclaimer | Contact

Pedoman Media Siber | Privasi Policy

SOP Perlindungan Wartawan 

© 2021-2024 Wartaindonesia.co.id | Portal Berita & Informasi Indonesia

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
  • Jabodetabek
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekbis
  • Hukum
  • Politik
  • Indeks

© 2021-2024 Wartaindonesia.co.id | Portal Berita & Informasi Indonesia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist