Warta Indonesia
No Result
View All Result
Jumat, 24 April 2026
  • Login
  • Home
  • Daerah
  • Jabodetabek
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekbis
  • Hukum
  • Politik
  • Indeks
Subscribe
No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
  • Jabodetabek
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekbis
  • Hukum
  • Politik
  • Indeks
No Result
View All Result
Warta Indonesia
No Result
View All Result
Home Ekbis

Fake Work

Warta Indonesia
Sabtu, 24 Juli 2021
-- Ekbis
Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

Berapa banyak jam kerja yang Anda habiskan untuk proyek, proposal, dokumen, dan rapat? Apa yang Anda hasilkan selama menghabiskan waktu tersebut? Apakah hasilnya memberikan manfaat? Atau Anda merasa tidak menghasilkan apa? Atau kalau pun menghasilkan sesuatu, terasa tidak berguna atau diabaikan?

Di ke kafe,  restoran, hotel, atau acara olahraga pada malam tertentu, serig dijumpai orang-orang saling bertelpon, memeriksa pesan suara, membaca email terkait pekerjaan, pesan atau diskusi via WhatsApp di smartphone mereka. Bahkan di pesawat, kereta, termasuk kereta komuter pada pukul 06.00 pagi saat sibuk-sibuk berangkat kerja, dan sore hari saat pulang kerja, orang-orang bekerja.

Di bandara, stasiun bisa dijumpai orang-orang yang secara rutin bepergian ke kota yang jauh di siang hari untuk bekerja dan pulang ke rumah pada pukul sepuluh malam, sering kali beberapa malam dalam seminggu. Sebagian mungkin yang didiskusikan adalah masalah pekerjaan.

Yang dikerjakan orang sehari-hari seakan ditentukan oleh pekerjaan. Bila urusan pekerjaan, orang sering terlena dan lupa waktu. Orang bekerja lebih keras dan lebih cepat dari sebelumnya, dan melakukannya dengan jadwal 24/7.

Relatitasnya, kerja keras tidak sama dengan kerja nyata. Setengah dari pekerjaan yang dilakukan sebagian orang menghabiskan waktu yang berharga tanpa mungkin saja tidak memberikan kontribusi memperkuat kelangsungan hidup organisasi dalam jangka pendek atau panjang.

Singkatnya, itu fake work atau pekerjaan palsu. Pekerjaan palsu tidak hanya menguras sumber daya perusahaan tanpa meningkatkan labanya, tetapi juga mencuri keyakinan, perhatian, dan moral positif dari karyawan, dan menambah beban pergantian karyawan yang tinggi, gangguan komunikasi, dan pola budaya produktivitas yang buruk.

Dalam buku Fake Work: Why People Are Working Harder than Ever but Accomplishing Less, and How to Fix the Problem, business consultants Brent D. Peterson dan Gaylan W. Nielson menyebut pekerjaan palsu adalah pekerjaan yang tidak tepat sasaran atau selaras dengan strategi dan tujuan perusahaan. Pernyataan ini mungkin tampak sederhana, tetapi realitasnya seperti yang ditemukan Peterson dan Nielson, pekerjaan palsu sangat banyak ditemui di tempat kerja.

Maksudnya, banyak pekerjaan yang dilakukan orang dan yang banyak menghabiskan waktu, ternyata tidak memberikan kontribusi bagi perkembangan perusahaan atau kantor tempat mereka bekerja. Secara sederhana, pekerjaan itu hanya  membuang waktu dan sumber daya, bahkan menguras uang dan moral perusahaan.

Kemarin, selama tiga hari berturut-turut saya menjadi reviewer presentasi beberapa pelaku bisnis yang menampilkan kinerja layanan (customer service) mereka. Yang menarik, hampir semua perusahaan menampilkan kinerja yang di atas ekspektasi mereka atau dalam stuasi pandemic seperti sekarang ini kinerja services mereka mengalami kenaikan.

Mereka juga menampilkan kinerja bisnis yang menggembirakan. Penjualan mereka mereka mencapai harapan seperti yang ditargetkan bahkan diantaranya ada yang melebihi target. Ini ditunjukkan oleh pencapaian mereka terutama pada periode Januari 2020 dan Juni 2020 yang pencapaiannya lebih tinggi dari periode tahun sebelumnya.

Relatias ini berbeda dengan temuan Peterson dan Nielson yang menunjukkan bahwa di semua organisasi yang mereka pelajari, sekitar setengah pekerjaan yang dilakukan orang gagal untuk memajukan strategi organisasi.

Bila ditanya bagaimana mereka bisa mencapai target, kuncinya adalah ketika individu, tim, dan organisasi fokus pada pekerjaan yang mereka lakukan, keajaiban produktivitas mulai terjadi. Ketika Peterson dan Nielson melakukan penelitian yang berfokus pada pekerjaan, mereka banyak menemukan hal-hal penting.

Salah satu temuannya, banyak kerja keras yang dilakukan orang untuk organisasinya tidak  menghubungkan orang dengan strategi yang sebenarnya, yakni membantu organisasi mencapai tujuannya.

Tags: BisnisEkonomiIndonesiaNasionalNusantaraPress ReleaseSiaran PersWarta

Previous Post

Rayakan Hari Anak Nasional, McDonald’s Hibur 400 Anak Panti Asuhan

Next Post

KALOG, Pemain Baru yang Patut Diperhitungkan

BeritaTerkait

Ekbis

Daikin Gelar Designer Awards 2025

Sabtu, 29 November 2025
Ekbis

Aqua Resmi Jadi Partner Hidrasi Taman Mini Indonesia Indah

Sabtu, 29 November 2025
Ekbis

Mekari Talenta Dorong Perusahaan Manfaatkan Disrupsi untuk Pertumbuhan Bisnis

Sabtu, 29 November 2025
Ekbis

Tulola Jewelry, Bakti BCA, dan Reza Rahadian Berkolaborasi Hadirkan Koleksi Terbaru

Sabtu, 29 November 2025
Load More
Next Post

KALOG, Pemain Baru yang Patut Diperhitungkan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Warta Terkini

Tinjau Pelabuhan dan Pasar Ikan Klademak Sorong, Wapres Gibran Dorong Peningkatan Infrastruktur dan Kesejahteraan Nelayan

Di Hari Kartini, Wapres Gibran Ajak Mama Papua Belanja di Supermarket

Hadirkan Semangat Belajar, Wapres Gibran Belanja Alat Tulis Bersama Anak Yatim di Timika

Dari ATR ke Boeing, Wapres Tinjau Pengembangan Bandara Nabire untuk Konektivitas Papua Tengah

Sambut Hari Kartini, Wapres Gibran Dorong Kolaborasi Pemberdayaan Perempuan Berkelanjutan

Terima PGM, Wapres Tekankan Peningkatan Kesejahteraan dan Transformasi Digital Guru Madrasah

Terima Audiensi WHIM Management Indonesia, Wapres Dorong Penguatan Industri Gim Nasional

Wapres Terima Audiensi IPEMI, Perkuat Sinergi Pemerintah dan UMKM

Populer

  • Honda Resmikan Dealer Mobil Bekas Bersertifikasi Pertama di Cikarang, Bekasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jaga Kamtibmas, Bripka Martono Aktif Sambangi Desa Binaannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BMKG: Waspadai Potensi Hujan Petir di Sore Hingga Malam Hari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tinjau Pelabuhan dan Pasar Ikan Klademak Sorong, Wapres Gibran Dorong Peningkatan Infrastruktur dan Kesejahteraan Nelayan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 20 Petugas PPSU Ciganjur Bantu Bersihkan Puing Sisa Longsor

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Facebook Twitter Instagram Youtube
Warta Indonesia

Tentang Kami | Redaksi | Disclaimer | Contact

Pedoman Media Siber | Privasi Policy

SOP Perlindungan Wartawan 

© 2021-2024 Wartaindonesia.co.id | Portal Berita & Informasi Indonesia

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
  • Jabodetabek
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekbis
  • Hukum
  • Politik
  • Indeks

© 2021-2024 Wartaindonesia.co.id | Portal Berita & Informasi Indonesia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist