Warta Indonesia
No Result
View All Result
Senin, 2 Maret 2026
  • Login
  • Home
  • Daerah
  • Jabodetabek
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekbis
  • Hukum
  • Politik
  • Indeks
Subscribe
No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
  • Jabodetabek
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekbis
  • Hukum
  • Politik
  • Indeks
No Result
View All Result
Warta Indonesia
No Result
View All Result
Home Ekbis

Fake Work

Warta Indonesia
Sabtu, 24 Juli 2021
-- Ekbis
Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

Berapa banyak jam kerja yang Anda habiskan untuk proyek, proposal, dokumen, dan rapat? Apa yang Anda hasilkan selama menghabiskan waktu tersebut? Apakah hasilnya memberikan manfaat? Atau Anda merasa tidak menghasilkan apa? Atau kalau pun menghasilkan sesuatu, terasa tidak berguna atau diabaikan?

Di ke kafe,  restoran, hotel, atau acara olahraga pada malam tertentu, serig dijumpai orang-orang saling bertelpon, memeriksa pesan suara, membaca email terkait pekerjaan, pesan atau diskusi via WhatsApp di smartphone mereka. Bahkan di pesawat, kereta, termasuk kereta komuter pada pukul 06.00 pagi saat sibuk-sibuk berangkat kerja, dan sore hari saat pulang kerja, orang-orang bekerja.

Di bandara, stasiun bisa dijumpai orang-orang yang secara rutin bepergian ke kota yang jauh di siang hari untuk bekerja dan pulang ke rumah pada pukul sepuluh malam, sering kali beberapa malam dalam seminggu. Sebagian mungkin yang didiskusikan adalah masalah pekerjaan.

Yang dikerjakan orang sehari-hari seakan ditentukan oleh pekerjaan. Bila urusan pekerjaan, orang sering terlena dan lupa waktu. Orang bekerja lebih keras dan lebih cepat dari sebelumnya, dan melakukannya dengan jadwal 24/7.

Relatitasnya, kerja keras tidak sama dengan kerja nyata. Setengah dari pekerjaan yang dilakukan sebagian orang menghabiskan waktu yang berharga tanpa mungkin saja tidak memberikan kontribusi memperkuat kelangsungan hidup organisasi dalam jangka pendek atau panjang.

Singkatnya, itu fake work atau pekerjaan palsu. Pekerjaan palsu tidak hanya menguras sumber daya perusahaan tanpa meningkatkan labanya, tetapi juga mencuri keyakinan, perhatian, dan moral positif dari karyawan, dan menambah beban pergantian karyawan yang tinggi, gangguan komunikasi, dan pola budaya produktivitas yang buruk.

Dalam buku Fake Work: Why People Are Working Harder than Ever but Accomplishing Less, and How to Fix the Problem, business consultants Brent D. Peterson dan Gaylan W. Nielson menyebut pekerjaan palsu adalah pekerjaan yang tidak tepat sasaran atau selaras dengan strategi dan tujuan perusahaan. Pernyataan ini mungkin tampak sederhana, tetapi realitasnya seperti yang ditemukan Peterson dan Nielson, pekerjaan palsu sangat banyak ditemui di tempat kerja.

Maksudnya, banyak pekerjaan yang dilakukan orang dan yang banyak menghabiskan waktu, ternyata tidak memberikan kontribusi bagi perkembangan perusahaan atau kantor tempat mereka bekerja. Secara sederhana, pekerjaan itu hanya  membuang waktu dan sumber daya, bahkan menguras uang dan moral perusahaan.

Kemarin, selama tiga hari berturut-turut saya menjadi reviewer presentasi beberapa pelaku bisnis yang menampilkan kinerja layanan (customer service) mereka. Yang menarik, hampir semua perusahaan menampilkan kinerja yang di atas ekspektasi mereka atau dalam stuasi pandemic seperti sekarang ini kinerja services mereka mengalami kenaikan.

Mereka juga menampilkan kinerja bisnis yang menggembirakan. Penjualan mereka mereka mencapai harapan seperti yang ditargetkan bahkan diantaranya ada yang melebihi target. Ini ditunjukkan oleh pencapaian mereka terutama pada periode Januari 2020 dan Juni 2020 yang pencapaiannya lebih tinggi dari periode tahun sebelumnya.

Relatias ini berbeda dengan temuan Peterson dan Nielson yang menunjukkan bahwa di semua organisasi yang mereka pelajari, sekitar setengah pekerjaan yang dilakukan orang gagal untuk memajukan strategi organisasi.

Bila ditanya bagaimana mereka bisa mencapai target, kuncinya adalah ketika individu, tim, dan organisasi fokus pada pekerjaan yang mereka lakukan, keajaiban produktivitas mulai terjadi. Ketika Peterson dan Nielson melakukan penelitian yang berfokus pada pekerjaan, mereka banyak menemukan hal-hal penting.

Salah satu temuannya, banyak kerja keras yang dilakukan orang untuk organisasinya tidak  menghubungkan orang dengan strategi yang sebenarnya, yakni membantu organisasi mencapai tujuannya.

Tags: BisnisEkonomiIndonesiaNasionalNusantaraPress ReleaseSiaran PersWarta

Previous Post

Rayakan Hari Anak Nasional, McDonald’s Hibur 400 Anak Panti Asuhan

Next Post

KALOG, Pemain Baru yang Patut Diperhitungkan

BeritaTerkait

Ekbis

Daikin Gelar Designer Awards 2025

Sabtu, 29 November 2025
Ekbis

Aqua Resmi Jadi Partner Hidrasi Taman Mini Indonesia Indah

Sabtu, 29 November 2025
Ekbis

Mekari Talenta Dorong Perusahaan Manfaatkan Disrupsi untuk Pertumbuhan Bisnis

Sabtu, 29 November 2025
Ekbis

Tulola Jewelry, Bakti BCA, dan Reza Rahadian Berkolaborasi Hadirkan Koleksi Terbaru

Sabtu, 29 November 2025
Load More
Next Post

KALOG, Pemain Baru yang Patut Diperhitungkan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Warta Terkini

Kunjungi Pasar Badung Bali, Wapres Tinjau Stabilitas Harga dan Transaksi Pembayaran Non Tunai

PKB: NU Pilar Strategis Bangsa, Harus Tetap Kuat di Abad Kedua

Komisi XI DPR RI Dukung Pelanggaran di Pasar Modal Ditindak Tegas

Mujahadah Kubro 1 Abad NU, Cak Udin Instruksi Kader PKB Turun Melayani Jemaah

Silaturahim Perdana Ketua DPW PKB Aceh ke Sesepuh Partai di Subulussalam Berlangsung Khidmat dan Penuh Kekeluargaan

Pesantren Bukan Sekadar Ngaji, Menko Muhaimin: Santri Harus Kaya dan Mandiri

Kapal Karam 4 Orang Hilang, Komisi V Minta Basarnas Gerak Cepat

Chusnunia : Berdayakan Peternak Lokal untuk Penuhi Kebutuhan Susu Nasional

Populer

  • Margaret Aliyatul Maimunah Ketua Umum PP Fatayat NU 2022-2027

    Profil Margaret Aliyatul Maimunah Ketua Umum PP Fatayat NU Periode 2022-2027

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Petugas Gabungan Tertibkan Usaha Pembakaran Arang di Cilincing

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perkuat Diplomasi Kemanusiaan, UIN Jakarta Gelar Seminar Internasional Perdamaian Global

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indah Kiat Tangerang Kembali Serahkan Bantuan untuk Penanganan Covid-19

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudin KPKP Kepulauan Seribu Sediakan Bibit Sayuran Gratis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Facebook Twitter Instagram Youtube
Warta Indonesia

Tentang Kami | Redaksi | Disclaimer | Contact

Pedoman Media Siber | Privasi Policy

SOP Perlindungan Wartawan 

© 2021-2024 Wartaindonesia.co.id | Portal Berita & Informasi Indonesia

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
  • Jabodetabek
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekbis
  • Hukum
  • Politik
  • Indeks

© 2021-2024 Wartaindonesia.co.id | Portal Berita & Informasi Indonesia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist