Dua Proyek DD dan ADD 2019 Desa Limbongan, Kabupaten Beltim. Mangkir Alias Belum Selesai

humas.polri.go.id (Babel) Desa Limbongan, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur, masih menyisahkan dua pembangunan proyek desa, bersumber Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2019 yang seharusnya sudah rampung selesainya waktu pengerjaan karena dana anggaran 2019 sudah harus berakhir namun tidak untuk desa Limbongan, Senin (06/01/19).

Dup Proyek itu berupa pembangunan fasilitas jamban umum (MCK) dan pembangunan kamar ganti, sub bidang kawasan pemukiman. Masing-masing pembangunan berada di tempat berbeda, untuk pembangunan MCK berada di RT. 05 sedangkan kamar ganti di RT. 02. Mereka masih tetap anteng mengerjakan kegiatan meskipun sudah habis masa pengerjaan.

Untuk masing-masing pembangunan memiliki nilai dana berbeda, MCK memakan anggaran sebesar Rp.19.200.415.00 dengan volume 3×2 M, pelaksana kegiatan PPKD Desa Limbongan dan masa pengerjaan 60 (enam puluh hari) kalender.

Sedangkan pembangunan kamar ganti menyerap dana sebesar Rp. 30.500.344.50, pelaksana PPKD desa limbongan, dengan volume 3×3 M dan masa pengerjaan 40 (empat puluh) hari kalender.

Dua proyek itu masing-masing menyisahkan pengerjaan yang belum diselesaikan. Proyek MCK belum rampung pengerjaan dinding yang di keramik, pemasangan pintu, pemasangan saluran pipa pembuangan air dan pemasangan jendela saluran angin.

Ditempat terpisah, pembangunan kamar ganti belum selesai pada pengecatan dan lantai dasar kamar.

Ditemui dilokasi Pembangunan MCK, pekerja atau tukang bangunan,
Piadi mengatakan, tukang yang bernama Mael mengerjakan awal pembanguan menderita sakit sehingga pengerjaan kegiatan di tinggalkan dan di lanjutkan oleh dirinya.

“Sebenarnya aku bukan tukang hanya membantu saja, tukangnya lagi sakit kaki,” beber Piadi yang juga warga Desa Limbongan.

Pengakuan Piadi, bahwa pengerjaan tersebut tidak terlalu banyak lagi hanya menambahkan berbagai kegiatan yang belum terselesaikan.

” Paling lama tiga hari mungkin sudah selesai,” pungkasnya pula.

Dihari yang sama juga sudah mencoba melakukan konfirmasi ke pihak Pemerintah Desa yaitu Kepala Desa Limbongan, namun tidak berada di tempat lalu dialihkan ke Kaur Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Suhardi.

Menurutnya, pembangunan kamar ganti memang di mulai pada bulan 12 sedangkan pengerjaan bisa rampung pada Minggu ini.

“Untuk waktu, mungkin minggu-minggu ini bisa di selesaikan,” papar Kaur Kesejahteraan Masyarakat.

Menindaklanjut proyek yang belum rampung itu, sebelumnya pihak pendamping desa, Natali, sudah mengetahui hal berkenaan dengan dua proyek pembangunan mangkir milik Desa Limbongan itu.

“Kalo untuk pendamping sendiri sih sudah mengatahuinya,” tutupnya santai.

Exit mobile version