Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus berupaya meningkatkan usia harapan hidup masyarakat Indonesia.
Menkes Budi Gunadi Sadikin menegaskan, peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia dapat terus berlanjut hingga mencapai usia harapan hidup 75 tahun. Angka ini meningkat dibandingkan dengan tahun 2024, yakni usia harapan hidup 72 tahun.
“Seiring dengan perbaikan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat, usia harapan hidup masyarakat Indonesia ditargetkan ada peningkatan setiap tahunnya,” ujar Menkes Budi Gunadi dalam acara Penganugerahan Penghargaan Kabupaten/Kota Sehat (Swasti Saba) dan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM Award) Tahun 2025 pada Jumat (28/11), di Jakarta.
Dalam pengarahannya, Menkes mengajak semua pihak, termasuk para pemimpin di tingkat kabupaten maupun kota bersama-sama dengan masyarakat untuk terus menggalakkan gaya hidup sehat, seperti rutin menggelar kegiatan olahraga.
Bahkan, dilontarkan Menkes, di kabupaten atau kota diselenggarakan car free day untuk mendorong masyarakat beraktifitas olahraga.
Menurut Menkes, car free day sebagai momentum untuk menumbuhkan kebiasaan berolah raga di kalangan masyarakat. “Dengan berolahraga, masyarakat akan sehat, Kalau sehat, maka kualitas hidupnya juga akan meningkat,” lontar Menkes Budi Gunadi Sadikin.
Tahun ini, dalam rangkaian Hari Kesehatan Nasional ke-61, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) melalui Direktorat Kesehatan Lingkungan memberikan penghargaan STBM Award kepada daerah yang berhasil menerapkan lima pilar STBM dan membangun perilaku higienis, sementara penghargaan Swasti Saba diberikan kepada daerah yang konsisten menciptakan lingkungan sehat secara menyeluruh.
“Kabupaten/Kota Sehat (KKS) dan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) merupakan wujud nyata komitmen kita bersama untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat, mandiri, dan berkeadilan,” kata Menkes.
Kedua program ini, imbuhnya, menjadi bagian penting dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3 tentang ketersediaan dan keberlanjutan air minum dan sanitasi bagi semua, serta SDG 11 tentang kota dan permukiman yang berkelanjutan.
Sementara itu, Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes RI, Murti Utami, menyampiakan bahwa tahun ini terdapat 196 kabupaten/kota yang berpartisipasi aktif dalam proses penilaian.
Penilaian dilakukan melalui serangkaian verifikasi bertahap yang ketat. Verifikasi awal di tingkat provinsi, dilanjutkan dengan verifikasi dari pusat.
Tahapan verifikasi ini meliputi evaluasi komitmen daerah, implementasi program, serta dampak nyata terhadap kesehatan lingkungan dan masyarakat.
“Proses ini memastikan bahwa daerah yang menerima penghargaan benar-benar memenuhi kriteria yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Setelah melalui verifikasi dan penilaian, akhirnya ditetapkan Kabupaten/Kota yang mendapatkan penghargaan KKS pada Tahun 2025 dengan Kategori Wistara Paripurna sebanyak 1 Kab/Kota, Wistara sebanyak 3 Kab/Kota, Wiwerda sebanyak 41 Kab/Kota, Padapa sebanyak 101 Kab/Kota dan 7 Provinsi dengan Kategori Tim Pembina Provinsi Terbaik.
Sedangkan penerima penghargaan STBM Award Tahun 2025 terdiri dari 2 Provinsi dengan kategori Provinsi Stob Buang Air Besar Sembarangan, 5 Kabupaten/Kota dengan kategori STBM Paripurna, 14 Kabupaten/Kota dengan kategori STBM Madya, 37 Kabupaten/Kota dengan kategori STBM Pratama. ()
