Warta Indonesia
No Result
View All Result
Selasa, 10 Maret 2026
  • Login
  • Home
  • Daerah
  • Jabodetabek
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekbis
  • Hukum
  • Politik
  • Indeks
Subscribe
No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
  • Jabodetabek
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekbis
  • Hukum
  • Politik
  • Indeks
No Result
View All Result
Warta Indonesia
No Result
View All Result
Home Politik

Dampak Perang Dagang (Covid-19) AS vs Cina Bagi Indonesia

Warta Indonesia
Kamis, 19 Maret 2020
-- Politik
Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

MINGGU ini kita banyak mendapatkan pemberitaan tentang lock-down. Bahkan ketika pemerintah daerah meliburkan sekolah-sekolah dan kampus sepanjang 14 hari media menyebutnya demikian. Padahal Presiden Joko Widodo (Jokowi) tegas mengatakan bahwa kebijakan lock-down hanya boleh dikeluarkan oleh pemerintah pusat. Di Jakarta misalnya menerapkan pembatasan penggunaan kendaraan pribadi menggantinya dengan kendaraan umum, akan tetapi justru operasional rute Trans Jakarta dibatasi, alih-alih mengurangi kerumunan, malah menyebabkan kerumunan yang mengular. Alhasil, Gubernur Jakarta, Anis Baswedan akhirnya meninjau kembali keputusan tersebut.

Belum lama ini, saya diundang berdiskusi dengan sejumlah aktivisi muda Nahdlatul Ulama (NU) di wilayah Banten, tepatnya di Pondok Pesantren Bismillah, Kabupaten Serang. Dalam diskusi itu menyimpulkan sementara maraknya corona virus merupakan lanjutan dari perang dagang antara Amerika Serikat (AS) vs Cina pasca-kegagalannya dalam perang digital antara 4G dan 5G, dan perang dagang mengatasnamakan agama.  Kami menyebutnya “perang virus.”

Ada tukilan sejarah tentang perang virus ini di era 1950-1953, dimana pada medio itu angkatan darat AS diduga menyerang wilayah Korea Utara dan Cina menggunakan senjata biologis. Hal ini diungkapkan kali pertama oleh pihak Korea Utara pada Mei, 1951. (Hendrajit, Artikel: Sejarah Kelam AS: Menggunakan Senjata Biologis Terhadap Korea Utara dan Cina dalam Perang Korea 1950-1953, 2020).

Dalam artikel tersebut, Hendrajit menuliskan bahwa selain Korea Utara, Cina juga sempat melaporkan bahwa pihaknya memergoki sejumlah pesawat tempur AS menebarkan tabung yang berisi serangga dan tikus. Belakangan diketahui, bahwa pada tahun tersebut merebak wabah pes dan demam berdarah di sejumlah wilayah di Korea Utara dan Cina. Sinyalemen itu segera ditindaklanjuti oleh International Scientific Commission (ISC) untuk melakukan investigasi di sejumlah wilayah dua negara tersebut. Mereka juga mencium adanya operasi militer AS menyebar wabah pes lewat udara. Bisa jadi sejarah ini yang membuat Presiden Korea Utara Kim Jong-un memerintahkan tembak mati yang terjangkit virus covid-19 ini sebagaimana banyak media memberitakan.

Tuduhan Korea Utara dan Cina terhadap penyebaran pes dibantah oleh Presiden AS saat itu Harry Trauman.  Harry dan sejumlah pejabat tinggi AS balik menuduh bahwa para anggota ISC adalah agen-agen komunis dan propaganda yang dibentuk oleh Korea Utara dan Cina.

Pada 1983, seorang wartawan AS John W. Powell menurunkan laporan investigasinya di majalah Monthly Review yang terbit di Shanghai, Cina, menyebutkan bahwa angkatan darat Jepang melakukan riset rahasia senjata biologis di bawah unit yang disebut unit 731 yang dikomandoi Jenderal Shiro Ishii. Percobaan virus tersebut membunuh para tahanan perang tentara Jepang yang dijadikan kelinci percobaan.

Belakangan Powell juga melaporkan setidaknya tercatat ada 400 ribuan petani dari Cina, Siberia dan Manchuria mati akibat penyakit menular yang diduga dari tabung berisi serangga dan tikus yang dilontarkan pesawat tempur angkatan udara Jepang. Akibat laporan investigasinya, Powell sempat diadili oleh pengadilan federal dengan tuduhan simpati kepada komunis.

Penyebaran corona virus juga rada mirip dengan kejadian AS membombardir jantung Jepang, Hiroshima dan Nagasaki dengan menggunakan bom atom. Sedangkan corona virus langsung menyerang jantung Cina, di sebuah kota administratif bernama Wuhan. (M. Arif Pranoto dalam artikelnya: Bagaimana Memilih dan Menyerang Titik Paling Kritis di Sebuah Sistem, 2020) Arif menjelaskan dalam artikel tersebut, Hiroshima dan Nagasaki adalah serangan dari sisi eksternal atas Jepang, sedangkan corona virus serangan melalui sisi dalam atau internal Cina.

Corona virus juga menyentuh wilayah digital. Kominfo belum lama ini merilis laporan tentang hoaks mengenai corona virus setebal 200 lembar lebih. Hoaks ini sudah pasti adalah untuk menciptakan ketegangan, kepanikan di masyarakat. Untuk itu Kominfo meminta kepada masyarakat agar memverifikasi betul informasi terkait corona virus di Indonesia ini.

Dalam teori ekonomi manapun, kepanikan masyarakat bisa memicu inflasi agar terdongkrak naik, ujungnya bisa menjadi masalah keamanan suatu negara. Meski sebenarnya corona virus sudah menjadi keamanan negara. Badan Intelijen Negara (BIN) belum lama ini juga mengumumkan bahwa puncak corona virus diprediksi akan terjadi pada bulan puasa (April 2020). Informasi ini justru dikhawatirkan lebih memicu kepanikan di tingkat masyarakat.

Sebuah perusahaan global cyber security, Kespersky merilis temuannya bahwa perusahaan tersebut menemukan file berbahaya dalam bentuk file pdf, mp4, docs yang memuat seputar corona virus. Isi dari file-file tersebut dominan mengenai bagaimana cara melindungi diri dari virus, prosedur deteksi virus dan seputar ancaman virus.

“Kenyataannya, file-file tersebut berisikan ancaman dari Trojan ke worm yang mampu menghancurkan, memodifikasi-menyalin data, memblokir, mengganggu pengoperasioan dan jaringan komputer.” Informasi mengenai corona virus dijadikan umpan oleh para pelaku kejahatan siber dengan memberikan informasi palsu tentang corona virus. (Rusman, Artikel: Kaspersky: Virus Corona Mulai Mengganggu Ranah Keamanan Siber, 2020).

Corona virus sendiri tampaknya semakin memicu seteru antara AS dan Cina. Presiden AS Donald Trump menyebut corona virus sebagai made in Cina. Dituduh demikian, Cina balik mengancam. Bahkan Menteri Luar Negeri (Menlu) AS, Mike Pompeo menyebutnya corona virus Wuhan.

Sinyalemen masih memanasnya dua negara itu terlihat sejak 30 Januari 2020. Direktur WHO diduga mendapat tekanan atas kepentingan ekonomi AS. AS meminta kepada WHO menyatakan darurat global dan pendemi corona virus, meski baru tercatat 150 kasus terkonfirmasi. Operasi media menurunkan berita, Cina adalah pihak yang dianggap bertanggungjawab atas penyebaran corona virus ke seluruh dunia. (Sudarto Murtaufiq, Artikel: Virus Corona COVID-19, Buatan Cina atau Buatan AS?, 2020).

Esoknya, 31 Januari 2020, Presiden Trump kembali mengumumkan bahwa AS menolak masuk warga negara Cina maupun warga asing lainnya yang telah melakukan perjalanan di Cina dalam kurun waktu 14 hari terakhir. Pernyataan Trump memicu krisis sektor penerbangan (transportasi), pariwisata, pengangkutan dan pengiriman di sejumlah negara. Klimaksnya, persepsi  corona virus made in Cina ini memicu aksi melawan etnis Cina di seluruh Barat, bahkan di Indonesia sendiri.

Yang terbaru, 11 Maret 2020, Trump langsung memberlakukan larangan 30 hari terhadap orang-orang Eropa untuk masuk ke AS melalui penangguhan perjalanan udara dengan Uni Eropa, terkecuali Inggris tidak masuk dalam larangan ini.  (Sudarto Murtaufiq, Artikel: Virus Corona COVID-19, Buatan Cina atau Buatan AS?, 2020). Artinya apa? Menurut artikel Sudarto tersebut, AS masih terus melancarkan perang ekonomi melawan Eropa Barat dengan memanfaatkan corona virus sebagai pembenaran. Sejumlah negara-negara Eropa dikooptasi. Ambil contoh Italia yang telah memberlakukan lock-down.

Nah, jadi memang harus hati-hati menerapkan lock-down. Ketika covid-19 tercatat baru 117 yang terkonfirmasi, di lain sisi demam berdarah sudah mencapai 14.000 ribuan lebih. Pertanyaan kemudian mana yang pendemi? Jadi, jangan panik, semoga segera kembali pada aktivitas normal.

Penulis: Sonny Majid, Pengkaji Ekopol, Dosen di Universitas Pamulang.

Foto: Dok.radartegal.

Tags: Berita IndonesiaIndonesiaIndonesia NewsKabar IndonesiaNasionalPemerintahanWartaWarta Indonesia

Previous Post

Serap Aspirasi di Desa-Desa, Lanosin Hamzah Ingin Dengarkan Langsung Keluhan Warga OKU Timur

Next Post

Presiden: Cegah Covid-19 Semakin Meluas dengan Kurangi Mobilitas dan Pembatasan Sosial

BeritaTerkait

Politik

PKB: NU Pilar Strategis Bangsa, Harus Tetap Kuat di Abad Kedua

Sabtu, 7 Februari 2026
Politik

Komisi XI DPR RI Dukung Pelanggaran di Pasar Modal Ditindak Tegas

Sabtu, 7 Februari 2026
Politik

Kapal Karam 4 Orang Hilang, Komisi V Minta Basarnas Gerak Cepat

Jumat, 6 Februari 2026
Ahmad Fauzi dalam agenda Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR ke Kantor Jalan Tol PT Marga Trans Nusa (MTN) di Kota Tangerang Selatan
Politik

Ahmad Fauzi: Jangan Korbankan Keselamatan Pengguna Jalan Tol Kunciran–Serpong

Jumat, 28 November 2025
Load More
Next Post

Presiden: Cegah Covid-19 Semakin Meluas dengan Kurangi Mobilitas dan Pembatasan Sosial

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Warta Terkini

Jaga Pasokan dan Stabilitas Harga Jelang Lebaran, Wapres Tinjau Pasar Gelondong Gede Tuban

Wapres Pimpin Rapat Koordinasi Penanganan Banjir di Tuban

Ke Jawa Barat, Wapres Tinjau Pelatihan AI dan Penguatan Literasi Digital

Terima Pegiat Esports, Wapres Dorong Penguatan Ekosistem dan Regenerasi Atlet Digital

Terima IKPI, Wapres Tegaskan Pentingnya Penguatan Ekosistem Perpajakan Nasional

Kunjungi Pasar Badung Bali, Wapres Tinjau Stabilitas Harga dan Transaksi Pembayaran Non Tunai

PKB: NU Pilar Strategis Bangsa, Harus Tetap Kuat di Abad Kedua

Komisi XI DPR RI Dukung Pelanggaran di Pasar Modal Ditindak Tegas

Populer

  • Hari Kedua di Kaltara, Presiden akan Groundbreaking PLTA Mentarang Induk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Melihat Simulasi Bencana Gempa di Posko Tagana Jakut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perkembangan Data Kasus dan Vaksinasi COVID-19 di Jakarta per 28 April 2021

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TelkomGroup Pastikan Kenyamanan Digital Pelanggan di Momen Natal 2024 dan Tahun Baru 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Giat Patroli Rutin Sat Polair Polres Karawang Polda Jabar ke Perairan Pasir Putih, Tengkolak Dan Muara Cilamaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Facebook Twitter Instagram Youtube
Warta Indonesia

Tentang Kami | Redaksi | Disclaimer | Contact

Pedoman Media Siber | Privasi Policy

SOP Perlindungan Wartawan 

© 2021-2024 Wartaindonesia.co.id | Portal Berita & Informasi Indonesia

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
  • Jabodetabek
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekbis
  • Hukum
  • Politik
  • Indeks

© 2021-2024 Wartaindonesia.co.id | Portal Berita & Informasi Indonesia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist