Warta Indonesia
No Result
View All Result
Jumat, 13 Maret 2026
  • Login
  • Home
  • Daerah
  • Jabodetabek
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekbis
  • Hukum
  • Politik
  • Indeks
Subscribe
No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
  • Jabodetabek
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekbis
  • Hukum
  • Politik
  • Indeks
No Result
View All Result
Warta Indonesia
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Bubarkan PBAK, Rektor UIN SUKA Yogyakarta Dinilai Terlalu Reaktif

Wartaindonesia.co.id
Rabu, 24 Agustus 2022
-- Pendidikan
Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Al Makin, (Kompas)

Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Al Makin, (Kompas)

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

WARTA INDONESIA – Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN SUKA), Al Makin, dinilai sudah bersikap terlalu reaktif dengan membubarkan atau menghentikan secara sepihak Pengenalan Budaya Akademik dan Kampus (PBAK) di kampusnya.

Budayawan Nahdlatul Ulama (NU) yang juga alumni UIN SUKA, Ngatawi Al-Zastrow mengungkapkan, bahwa jika memang ada masalah di awal pelaksanaan PBAK itu, maka seharusnya rektor mencari masalah itu, bukan malah membubarkan PBAK secara keseluruhan.

“Sebenarnya enggak perlu reaktif begitu. Kalau memang ada oknum yang menggunakan ospek (PBAK) untuk bikin ribut, ya oknumnya saja yang ditindak,” ungkapnya kepada wartawan, Jakarta, Rabu (24/8/2022).

Zastrow menilai, sikap rektor yang membubarkan PBAK itu justru tidak menyelesaikan masalah, malah justru menimbulkan masalah baru.

“Membubarkan ospek tidak menyelesaikan masalah, malah membuat masalah yang sederhana jadi rumit dan masalah jadi besar,” ujarnya.

Sementara itu, Ahmad Muwafiq atau akrab dikenal Gus Muwafiq, salah satu ulama NU yang juga alumni UIN SUKA mengatakan, bahwa insiden di bekas kampusnya itu adalah sebuah dinamika dan menjadi pembelajaran berdemokrasi bagi mahasiswa, terutama mahasiswa baru.

“Kalau di IAIN itu berkali-kali emang dari zaman dulu juga begitu. Ya tugasnya mahasiswa (melawan), ya ospek itu kan latihan demo,” katanya.

Gus Muwafiq menilai, apa yang dilakukan rektor itu justru bagus bagi mahasiswa. Tinggal, menurut Gus Muwafiq, bagaimana sikap dari mahasiswanya, apakah akan melawan atau akan menurut.

“Jadi ya rektor memang harus membubarkan, biar semakin ribut, kan bagus itu. Kalau enggak ada reaksi malah enggak bagus. Jadi kesimpulannya ya mahasiswa harus terus berontak dan rektor harus terus menekan. Semakin kuat tekanannya semakin kuat berontaknya,” ungkapnya.

Sementara terkait alasan rektor membubarkan PBAK karena hasil dari Salat Istikhoroh, Gus Muwafiq menilai, bahwa meskipun tidak logis, tapi itu justru yang akan memantik keberanian para mahasiswanya.

“Ya itu guyonannya Makin aja paling. Rektor semakin ngomong enggak masuk akal justru jadi semakin seru nanti. Jadi semakin enggak logis semakin ramai, Makin mau nguji nyali mahasiswanya kayaknya,” ujarnya.

Sebelumnya, Humas UIN SUKA Yogyakarta Weni Hidyati membantah bahwa pihaknya membubarkan PBAK. Menurut Weni, PBAK diakhiri lebih awal karena ada penyalahgunaan acara.

Pada hari terakhir PBAK, Sabtu (20/8/2022), lanjut Weni, terdapat provokasi dari mahasiswa senior untuk meminta mahasiswa baru melakukan demonstrasi.

“Panitia PBAK juga sudah menandatangani Surat Pakta Integritas, tapi malah dilanggar, untuk menanggulangi hal tidak diinginkan, kami akhiri lebih awal,” katanya.

Weni menjelaskan kegiatan PBAK terakhir dijadwalkan untuk mengenalkan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dengan mempresentasikan prestasi-prestasi UKM pada mahasiswa baru. Namun, menurut Weni, kegiatan itu malah disalahgunakan untuk provokasi terkait Uang Kuliah Tunggal (UKT).

“Padahal UIN itu biaya kuliahnya sudah paling rendah di Indonesia, tidak mungkin juga semua maba mendapat UKT dengan Rp400.000 per semester,” ujarnya.

Perwakilan panitia penyelenggara PBAK yang juga Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UIN SUKA, Alhuzaify menjelaskan, bahwa pada hari kedua pelaksanaan PBAK, memang tersebar pamflet terkait akan ada aksi bersama 4 ribu mahasiswa baru tentang tolak UKT dan tolak Dana Cita.

Alhuzaify mengungkapkan, kabar tersebut pun sampai kepada pihak rektorat. Menurut Alhuzaify, kemungkinannya pihak rektorat pun ketakutan dengan kabar tersebut, sehingga membubarkan PBAK.

“Padahal tidak ada (aksi unjuk rasa yang akan dilakukan oleh para mahasiswa baru), lalu hal ini dijadikan alasan untuk membubarkan PBAK yang harusnya sampai tanggal 20 (Agustus) di jam 10 malam,” ungkapnya.

Tags: Al MakinGus MuwafiqNgatawi Al-ZastrowPendidikanUIN SukaUIN Suka YogyakartaUIN Sunan KalijagaUniversitas Islam Negeri Sunan KalijagaYogyakarta

Previous Post

2 Upaya Pemerintah Jika BBM Bersubsidi Tak Jadi Naik

Next Post

Ini Arahan Presiden Jokowi Terkait Pencegahan Cacar Monyet di Tanah Air

BeritaTerkait

Jabodetabek

OASE II PTKI Tahun 2023 Resmi Ditutup, Jadi Ajang Menempa Mahasiswa PTKI yang Moderat

Sabtu, 17 Juni 2023
Nasional

Gus Muhaimin Iskandar: Kaum Muda, di Tangan Kalian Masa Depan Budaya dan Seni Bertahan

Kamis, 6 Oktober 2022
Widya Priyahita Pudjibudojo DBA Cand, Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta
Nasional

Rektor UNU Yogyakarta Widya Priyahita Pudjibudojo Berbagi Tips Anti Jadi Pengangguran Setelah Lulus Sarjana

Senin, 3 Oktober 2022
Pendidikan

LPPM UT Dapat Kunjungan dari Tim Studi Tata Kelola Unpatti

Sabtu, 17 September 2022
Load More
Next Post

Ini Arahan Presiden Jokowi Terkait Pencegahan Cacar Monyet di Tanah Air

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Warta Terkini

Rismon Akui Keaslian Ijazah Presiden Ke-7 RI Joko Widodo dan Wapres Gibran

Hangatnya Silaturahmi Wapres Gibran dengan Habib Jindan di Yayasan Al-Fachriyah

Jelang Lebaran, Wapres Silaturahmi ke Habib Ali Alhabsyi dan Sapa Warga Kwitang

Sebelum Kembali ke Jakarta, Wapres Berziarah ke Makam Sunan Bonang

Jaga Pasokan dan Stabilitas Harga Jelang Lebaran, Wapres Tinjau Pasar Gelondong Gede Tuban

Wapres Pimpin Rapat Koordinasi Penanganan Banjir di Tuban

Ke Jawa Barat, Wapres Tinjau Pelatihan AI dan Penguatan Literasi Digital

Safari Ramadan di Pesantren Al Hamid di Cilangkap, Wapres Dorong Transformasi Pesantren Jadi Pusat Ekonomi dan Inovasi

Populer

  • Profil Drs. Ahmad Fauzi, dari Pesantren ke Parlemen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profil Margaret Aliyatul Maimunah Ketua Umum PP Fatayat NU Periode 2022-2027

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Review Spesifikasi HP Oppo, Menonjolkan Triple Camera Dan Layar 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Edukasi Masyarakat, Sat Polair Polres Kobar Sosialisasi Program Quick Wins

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Babak Baru Pilkada Tangsel, Golkar Retak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Facebook Twitter Instagram Youtube
Warta Indonesia

Tentang Kami | Redaksi | Disclaimer | Contact

Pedoman Media Siber | Privasi Policy

SOP Perlindungan Wartawan 

© 2021-2024 Wartaindonesia.co.id | Portal Berita & Informasi Indonesia

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
  • Jabodetabek
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekbis
  • Hukum
  • Politik
  • Indeks

© 2021-2024 Wartaindonesia.co.id | Portal Berita & Informasi Indonesia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist