Tangsel – Nama Siti Nur Azizah Ma’ruf mulai menguat sebagai bakal calon Walikota Tangerang Selatan (Tangsel). Sosoknya mulai ditanyakan masyarakat Tangsel, khususnya dari kalangan tokoh-tokoh masyarakat.
Meski dianggap sebagai nama baru, kehadirannya dalam kontestasi pilkada tidak bisa dianggap remeh. Ia dianggap sebagai figur tanding yang sepadan. Meski dalam banyak kesempatan, Azizah, demikian ia akrab disapa, menegaskan dirinya akan selalu ‘on the track.’
“Azizah ini bisa jadi figur baru yang menjadi pilihan masyarakat Tangsel. Dalam berbagai kesempatan saya lihat dia on the track,” kata Syarif Hidayatullah penggiat Lingkar Kaji Isu-isu Strategis (LaKIS), Selasa (4/2).
Ditambahkan dia, dari banyak figur yang muncul seperti Muhammad, selalu dikonotasikan sebagai sosok perlawanan kepemimpinan Airin Rachmi Diany, Walikota Tangsel. Sementara Azizah kata Syarif, dianggap sebagai jalan tengah. Hal ini lantaran Azizah tidak punya rekam jejak politik di dalam lingkaran kekuasaan Tangsel hari ini.
“Azizah justru menjadi jalan tengah, dia figur yang tak punya beban politik dalam berkontestasi. Inilah yang menjadi keuntungan, sementara Muhammad yang katanya juga kuat, masih memiliki beban politik karena menjadi bagian dari kekuasaan Airin di birokrasi,” tegasnya. “Untuk itu Azizah saya yakini bisa menguat,” Syarif menambahkan.
Berbeda dengan Syarif, pengajar dari Universitas Pamulang (Unpam) M. Dharmansyah menegaskan, meski Azizah menguat sebagai bakal calon walikota Tangsel, nantinya tim pemenangan yang dibentuk harus bekerja keras meyakinkan pemilih.
“Yang dilawan Azizah adalah jaringan penguasa Tangsel hari ini yang sudah 10 tahun, jadi memang harus kerja keras. Jadi Azizah butuh tim yang solid,” pungkasnya.
Pilihan Azizah ‘on the track’ menurutnya sudah tepat, tidak perlu berkonfrontasi tajam, sebaliknya justru bagaimana membangun simpati masyarakat Tangsel. (yul)