Warta Indonesia
No Result
View All Result
Minggu, 25 Januari 2026
  • Login
  • Home
  • Daerah
  • Jabodetabek
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekbis
  • Hukum
  • Politik
  • Indeks
Subscribe
No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
  • Jabodetabek
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekbis
  • Hukum
  • Politik
  • Indeks
No Result
View All Result
Warta Indonesia
No Result
View All Result
Home Jabodetabek

Anies Baswedan: Vaksinasi COVID-19 di Jakarta Lampaui Target 100.000 Orang/Hari

Warta Indonesia
Sabtu, 19 Juni 2021
-- Jabodetabek
Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan

Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

WARTAINDONESIA.CO.ID — Beberapa waktu lalu, Presiden RI, Joko Widodo menargetkan vaksinasi COVID-19 untuk dosis pertama di DKI Jakarta dapat mencapai 7,5 juta orang pada akhir Agustus 2021. Untuk mencapainya, Pemprov DKI Jakarta harus mengejar target vaksinasi harian sebesar 100.000 orang. Kini, Jakarta mampu melampaui target harian tersebut.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, capaian vaksinasi DKI Jakarta pada Kamis (17/6) sebanyak 102.548 orang. Perlu diketahui, sejatinya ada sebanyak 107.651 orang yang datang ke lokasi vaksinasi kemarin. Namun, ada sekitar 5.000 pendaftar yang harus menunda vaksinasi karena tidak lolos screening kesehatan. Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta mengapresiasi antusiasme masyarakat, baik warga ber-KTP DKI Jakarta maupun warga bekerja/bersekolah yang berdomisili DKI Jakarta, dalam mengikuti vaksinasi COVID-19.

“Alhamdulillah, mulai kemarin angka ini sudah tercapai. Namun, tugas kita sekarang adalah mempertahankan angka itu secara konsisten dan bahkan terus meningkatkannya,” ungkap Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan di Balai Kota Jakarta, Jumat (18/6).

Gubernur Anies juga menjelaskan, untuk meningkatkan minat masyarakat divaksinasi, selain melakukan sosialiasi dan edukasi pada masyarakat, Pemprov DKI Jakarta melakukan beberapa pendekatan sebagai strategi percepatan serbuan vaksinasi di Ibu Kota, sebagai berikut:

1. Berbasis komunitas

• Pengerahan warga di tingkat RT/RW

• Pengerahan asosiasi informal dan sektor ekonomi tertentu, seperti asosiasi dan paguyuban

• Percepatan di komunitas- besar besar seperti rusun dan apartemen

• Pengelolaan kelompok khusus, seperti kelompok disabilitas dan orang terlantar

2. Berbasis tempat kerja/institusi pendidikan/institusi lainnya

• Vaksinasi di perkantoran/perusahaan

• Vaksinasi di lembaga pendidikan

• Vaksinasi di lembaga permasyarakatan

3. Berbasis tempat umum

• Vaksinasi di tempat perbelanjaan dan pasar tradisional

• Vaksinasi di bandara, terminal, dan stasiun.

• Vaksinasi di tempat keramaian lain

“Pemprov DKI Jakarta bersama Pangdam Jaya dan Polda Metro Jaya membentuk Gugus Tugas Pelaksanaan Serbuan Vaksinasi dengan posko di Balai Kota. Untuk diketahui juga, pelaksanaan vaksinasi dipantau secara real time dan dilakukan evaluasi seminggu dua kali untuk memperoleh umpan balik pelaksanaan di lapangan dan dilakukan perbaikan jika diperlukan,” imbuhnya.

Untuk melakukan vaksinasi, warga dapat langsung ke tempat vaksinasi. Namun, untuk mempercepat proses vaksinasi, warga disarankan mendaftar online melalui aplikasi JAKI atau situs corona.jakarta.go.id/vaksinasi. Dengan mendaftar secara online, warga dapat memilih waktu dan tempat vaksinasi sendiri, sekaligus bisa melakukan pre-screening tes online.

Saat ini, sudah disiapkan 326 sentral/lokasi vaksinasi di Jakarta dan akan terus ditingkatkan sesuai kebutuhan. Untuk menemukan tempat vaksinasi, warga juga mengeceknya melalui aplikasi google maps. Hanya dengan menuliskan “vaksin COVID-19”, warga dapat menemukan lokasi serta dibantu informasi jalur menemukan lokasi yang dipilih.

Adapun kategori warga 18+ yang dapat divaksinasi di DKI Jakarta adalah:

o Warga ber-KTP DKI Jakarta,

o Warga ber-KTP dari luar DKI Jakarta, tetapi berdomisili di DKI Jakarta (membawa keterangan domisili diperoleh dari petugas RT, tidak harus dari ketua RT)

o Pekerja di DKI Jakarta yang ber-KTP dari luar DKI Jakarta (membawa keterangan dari tempat kerja)

Sementara itu, mereka yang tidak dapat divaksin adalah:

1. Sedang wakit atau demam dengan suhu >37.5 C

2. Sedang hamil

3. Mengidap hipertensi (tensi >180/110mmHg) dan tetap tinggi setelah pemeriksaan

4. Mengidap penyakit jantung berat dan dalam keadaan sesak

5. Memiliki alergi berat

6. Mengidap autoimun

7. Sedang mendapat pengobatan untuk gangguan pembekuan darah

8. Sedang mendapat pengobatan imunosupresan

(bj/wi)

Tags: Anies BaswedanDKI JakartaJabodetabekJakartaProvinsi DKI JakartaProvinsi Jakarta

Previous Post

Eks TKI Sukses Jadi Youtuber, Gus Muhaimin: Ini Patut Dicontoh Pekerja Migran Lainnya

Next Post

Tumpukan Hotmix di Pondok Cabe Dikeluhkan Warga, DPU Tangsel: Itu Ranah Provinsi

BeritaTerkait

Jabodetabek

UIN Jakarta Sukses Juarai Debat Nasional yang Diselenggarakan Bawaslu RI

Minggu, 30 November 2025
Jabodetabek

Kuasa Hukum UIN Jakarta Bantah Tuduhan Penyerobotan Gedung Madrasah Pembangunan

Jumat, 28 November 2025
Jabodetabek

Menag Nasaruddin Umar Disambut Meriah di Madrasah Pembangunan UIN Jakarta: Dari Gema Sholawat hingga Dialog Hangat dengan Siswa

Kamis, 27 November 2025
Jabodetabek

Rektor UIN Jakarta: Kami Siap Menuju PTNBH dengan Tata Kelola Transparan dan Finansial Mandiri

Jumat, 7 November 2025
Load More
Next Post
Petugas Dinas PU dan Tata Ruang Provinsi Banten membersihkan tumpukan hotmix di Jalan Pondok Cabe.(red)

Tumpukan Hotmix di Pondok Cabe Dikeluhkan Warga, DPU Tangsel: Itu Ranah Provinsi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Warta Terkini

Bertemu Forkopimda dan Tokoh Adat Papua Pegunungan, Wapres Dorong Semangat Persatuan untuk Sukseskan Pembangunan

Perkuat Pembinaan Generasi Muda Papua Pegunungan, Wapres Bermain Sepak Bola Bersama Anak-anak SSB di Wamena

Tinjau Pasar Ikan Fandoi Biak, Wapres Tekankan Mutu Hasil Nelayan untuk Perluasan Pasar Ekspor

Pastikan Pendidikan Menjangkau Anak Kurang Mampu, Wapres Tinjau SRMA 41 Biak

Pimpin Rakornas Kepariwisataan 2026, Wapres Gibran Dorong Penguatan Program Pariwisata Berkelanjutan

Tinjau Posko Pengungsian dan Permukiman Terdampak Banjir di Kabupaten Banjar, Wapres Pastikan Perlindungan Warga dan Percepatan Pemulihan

Ditargetkan Rampung Januari 2026, Wapres Tinjau Pembangunan SMA Taruna Nusantara IKN

Tinjau Kawasan Olahraga dan RTH IKN, Wapres Dorong Ruang Publik Hijau Berkelanjutan

Populer

  • Review Spesifikasi HP Oppo, Menonjolkan Triple Camera Dan Layar 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wapres Gibran Tinjau Pasar Cikurubuk, Pastikan Harga Pangan Stabil dan Pasokan Aman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penyebab Sariawan, Gejala, dan Obatnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokushukai Hibahkan 1 Triliun Rupiah untuk Bangun Pusat Kardiovaskular di RS Harapan Kita

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • WAKA POLDA JABAR : Rakernis Merupakan Implementasi Program Prioritas Kapolri Dalam Mewujudkan SDM Unggul dan Penguatan Penegakan Hukum yang Profesional serta Berkeadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Facebook Twitter Instagram Youtube
Warta Indonesia

Tentang Kami | Redaksi | Disclaimer | Contact

Pedoman Media Siber | Privasi Policy

SOP Perlindungan Wartawan 

© 2021-2024 Wartaindonesia.co.id | Portal Berita & Informasi Indonesia

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
  • Jabodetabek
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekbis
  • Hukum
  • Politik
  • Indeks

© 2021-2024 Wartaindonesia.co.id | Portal Berita & Informasi Indonesia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist