Warta Indonesia
No Result
View All Result
Rabu, 17 Juni 2026
  • Login
  • Home
  • Daerah
  • Jabodetabek
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekbis
  • Hukum
  • Politik
  • Indeks
Subscribe
No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
  • Jabodetabek
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekbis
  • Hukum
  • Politik
  • Indeks
No Result
View All Result
Warta Indonesia
No Result
View All Result
Home Jabodetabek

Mau Tahu Tips Memilih Produk Pangan yang Sehat? Baca Ini

Warta Indonesia
Jumat, 30 April 2021
-- Jabodetabek
Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

Jelang Lebaran biasanya kebutuhan produk pangan semakin meningkat, baik itu produk pertanian, perikanan maupun peternakan. Seiring dengan meningkatnya permintaan pasar, terkadang ada saja oknum yang nakal mencari keuntungan dengan cara tidak benar. Misalnya, mencampurkan zat kimia berbahaya ke dalam produk pangan tersebut.

” Kami belum menemukan adanya sayur mayur yang mengandung zat kimia berbahaya”

Kasudin Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur, Yuli Absari, produk peternakan yang rawan dicampur dengan zat kimia jenis formalin adalah pada daging ayam. Sedangkan untuk daging sapi sejauh ini jarang ditemukan di lapangan.

Untuk produk perikanan, campuran formalin biasanya ditemukan pada jenis ikan asin. Sedangkan, pada ikan segar jarang ditemukan adanya kandungan zat kimia berbahaya.

“Jelang dan saat Ramadan sampai jelang Idul Fitri, kita rutin melakukan pengawasan produk pangan di pasar tradisional. Biasanya gabung dengan Dinas KPKP dan kadang bersama BPOM DKI,” kata Yuli, Jumat (30/4).

Lalu bagaimana cara mengetahui produk pangan itu murni dan tidak mengandung senyawa kimia berbahaya? Berikut ini tips yang diberikan Yuli.

1. Untuk produk pangan daging ayam dan ikan, jika mengandung zat kimia biasanya tidak dihinggapi lalat. Kemudian bau khas ayam, daging  maupun ikan akan hilang.  

2. Penampakan teksturnya terlihat lebih jernih dan kekar, namun sangat terkesan tidak alami. Jika menemukan produk seperti itu hendaknya masyarakat tidak usah membelinya.

Karena itu, Ia menganjurkan agar membeli daging, ayam dan ikan dalam kondisi yang masih segar. Jika tidak maka belilah produk yang beku. Karena yang prozen atau dibekukan itu lebih sehat.

“Kami sarankan membeli produk yang masih segar.  Misalnya untuk ayam setelah dipotong, masa laiknya itu 6-8 jam. Setelah itu tidak layak konsumsi lagi.  Kecuali jika dagingnya dibekukan bisa tahan lebih lama karena bakterinya telah mati,” ucap Yuli.

Untuk produk pertanian terutama untuk sayur mayur, menurut Yuli, sejauh ini tidak ditemukan adanya kandungan zat kimia berbahaya.

“Beberapa kali melakukan pengawasan di lapangan, kami belum menemukan adanya sayur mayur yang mengandung zat kimia berbahaya di pasaran,” tandasnya.

(bj/wi


Previous Post

Satpol PP Kepulauan Seribu Berkomitmen Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif

Next Post

Sudin SDA Jaktim akan Bangun Delapan Saluran Air

BeritaTerkait

Screenshot
Jabodetabek

Disperkimta Tangsel Jelaskan Mekanisme Pelayanan Pemakaman bagi Masyarakat

Jumat, 12 Juni 2026
Jabodetabek

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Türkiye Jajaki MoU Perkuat Kolaborasi Global

Rabu, 29 April 2026
Jabodetabek

MI Berprestasi, MA Responsif: Pembangunan UIN Jakarta Panen Apresiasi di JMA 2026

Kamis, 5 Februari 2026
Jabodetabek

UIN Jakarta Sukses Juarai Debat Nasional yang Diselenggarakan Bawaslu RI

Minggu, 30 November 2025
Load More
Next Post

Sudin SDA Jaktim akan Bangun Delapan Saluran Air

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Warta Terkini

PKB Desak Pemerintah Usut Tuntas Mafia Badal Haji dan DAM

Disperkimta Tangsel Jelaskan Mekanisme Pelayanan Pemakaman bagi Masyarakat

Terima APMI, Wapres Bahas Tantangan dan Penguatan Ekosistem Industri Musik Nasional

Terima AISMOLI, Wapres Dorong Penguatan Sinergi Pengembangan Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional

Terima APKLI, Wapres Dukung Penguatan PKL dan UMKM

Buka GenIUS Research Expo 2026, Wapres Tanamkan Semangat Belajar dan Pengabdian bagi Generasi Muda Papua

Terima Yayasan Widya Cahaya Nusantara, Wapres Dukung Pengembangan Museum Asmat dan Sekolah Lapang Sagu

Beri Pembekalan Peserta Didik Lemhannas, Wapres Dorong Birokrasi Gesit, Kolaboratif, dan Berbasis Digital

Populer

  • Wagub Ariza dan Menaker Ida Fauziah Ajak Pekerja Bangkit Bersama Melalui Vaksinasi COVID-19

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Review Spesifikasi HP Oppo, Menonjolkan Triple Camera Dan Layar 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ratusan Santri dan Mahasiwa Al-Qur’an Universitas PTIQ Gelar Doa Bersama Jelang Pelantikan Prabowo-Gibran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Terima GDN, Wapres Tekankan Peran Generasi Muda dalam Diplomasi Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antares Eazy Cegah Bullying di Sekolah dengan IP Camera Berbasis AI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Facebook Twitter Instagram Youtube
Warta Indonesia

Tentang Kami | Redaksi | Disclaimer | Contact

Pedoman Media Siber | Privasi Policy

SOP Perlindungan Wartawan 

© 2021-2024 Wartaindonesia.co.id | Portal Berita & Informasi Indonesia

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
  • Jabodetabek
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekbis
  • Hukum
  • Politik
  • Indeks

© 2021-2024 Wartaindonesia.co.id | Portal Berita & Informasi Indonesia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist