Warta Indonesia
No Result
View All Result
Rabu, 11 Maret 2026
  • Login
  • Home
  • Daerah
  • Jabodetabek
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekbis
  • Hukum
  • Politik
  • Indeks
Subscribe
No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
  • Jabodetabek
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekbis
  • Hukum
  • Politik
  • Indeks
No Result
View All Result
Warta Indonesia
No Result
View All Result
Home Politik

Negara-negara Kaya Rebutan Masker | Kabar9

Warta Indonesia
Sabtu, 11 April 2020
-- Politik
Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

Bandung – Kamis, tepatnya 2 April lalu, sebuah pesawat yang penuh masker buatan China bersiap-siap untuk terbang ke Prancis. Jean Rottner, Kepala Wilayah Prancis Timur mengatakan bahwa pihaknya sebelum masker itu diberangkatkan, Amerika Serikat (AS) katanya sudah membayar tiga sampai empat kali lipat dari yang ia tawarkan.

Akhirnya, masker itu pun tidak jadi diterbangkan ke Prancis, berbalik haluan ke AS.

Prancis bukan kali pertama mencoba mengambil alih masker asal negeri tirai bambu tersebut. Bahkan kabarnya, Prancis sempat merampas masker jatah Swedia, sebagaimana ditulis media Prancis L’Express.

Dina Sulaiman, penggiat kajian hubungan internasional sebagaimana dalam artikelnya yang ditulis di dinasulaeman.wordpress.com menyebutkan, L’Express  melaporkan bahwa Paris mengambil stok dari produsen Swedia, Molnlycke yang rencananya akan dikirim ke Spanyol dan Italia.

Kementerian Luar Negeri Swedia memprotes tindakan itu. Mereka mengatakan agar Prancis menjamin keamanan rantai suplai dan transportasi barang.

Dalam artikelnya, Dina juga melaporkan selain Swedia, Jerman juga ikutan curhat mengenai pengiriman masker yang sudah dipesan dari China, untuk petugas polisi di Jerman, saat ingin dipindah pesawat di Thailand, masker tersebut malah dialihkan menuju AS.

Andreas Geisel, Menteri Dalam Negeri untuk Berlin state, menyebut kelakuan AS ini sebagai “pembajakan modern” dan menyerukan kepada pemerintah Jerman untuk menuntut Washington agar mematuhi aturan perdagangan internasional.

“Ini bukan cara untuk memperlakukan mitra trans-Atlantik,” kata Geisel. “Meski ini sedang krisis global seharusnya tidak ada gaya liar Barat [koboy],” Geisel menambahkan.

Atas tudingan itu, pemerintah AS membantah. Washington menegaskan, bahwa pemerintah AS tidak sama sekali membeli masker dari China yang akan dikirim ke Prancis. Pemerintah AS justru menuding tindakan tersebut adalah kelakuan para pembeli yang notabene adalah perusahaan swasta atau makelar.

Perdana Menteri Kanada, Trudeau, ternyata sebelumnya juga sudah curhat. Ia katakan, “Saya prihatin karena masker yang datang lebih sedikit daripada yang kami pesan, karena telah dijual kepada pembeli dengan harga lebih tinggi.”

“Kami memahami bahwa kebutuhan di AS sangat besar, tetapi demikian pula Kanada, jadi kita harus bekerja sama,” tambah Trudeau.

Cerita lain juga diungkapkan anggota Parlemen Ukraina, Andriy Motovylovets. Kejadiannya pada medio Maret, dirinya langsung datang ke China guna memastikan pengiriman masker ke Ukraina. Ternyata, staf Kedutaan Ukraina yang datang ke pabrik masker, bertemu dengan kolega mereka dari Rusia, AS, dan Prancis, yang berusaha merebut pesanan Ukraina.

“Kami telah membayar di muka melalui transfer dan telah menandatangani kontrak. Tetapi mereka memiliki lebih banyak uang, dalam bentuk tunai. Kami harus berjuang untuk setiap pengiriman,” ujar Motovylovets.

Slovakia beda lagi. Melalui Perdana Menteri Peter Pellegrini mengatakan, dalam urusan pembelian masker, uang tunai adalah raja.

“Kami sudah menyiapkan uang tunai senilai 1,2 juta Euro dalam sebuah koper. Kami berencana menggunakan penerbangan khusus pemerintah dan mendapatkan masker dari pemasok China. Tapi, dealer dari Jerman datang lebih dulu, membayar lebih banyak dan dialah yang mendapatkannya.”

Lalu bagaimana Indonesia? Indonesia bertindak lebih cepat. Tanggal 24 Maret diberitakan, pemerintah telah membatalkan rencana ekspor ratusan ribu alat pelindung diri (APD) ke Korea Selatan. APD tersebut disalurkan untuk kebutuhan para petugas medis dalam negeri. Ternyata saat ini ada sekitar 25 produsen masker dan 23 produsen APD di Indonesia. Sebelum ada wabah corona, mereka memang sudah biasa mengekspor produknya.

Kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo, pihaknya sudah mengajak Kemenperin untuk mendorong industri dalam negeri memproduksi APD, masker, hand sanitizer dan kebutuhan lain dalam menghadapi pandemi corona.

“Semua industri yang berpotensi untuk mendukung penanganan Covid-19 ini akan dioptimalkan,” kata Doni.

Selain itu, UKM-UKM sudah bergerak, memproduksi APD sendiri. Ini saya tahu langsung dari pelaku UKM Jawa Barat. Ibu-ibu Indonesia pun ramai-ramai jahit masker sendiri, ada yang dijual (dengan harga murah), ada pula yang dibagikan gratis. Hand sanitizer juga dibikin swadaya oleh berbagai elemen masyarakat. Bahkan kini insinyur ITB sudah mendesain ventilator.

Inilah modal besar bangsa yang dimiliki bangsa Indonesia: sikap gotong royong, rajin, dan kreatif.

“Yuk, kita pertahankan sifat-sifat luhur ini baik-baik. InsyaAllah, dengan swadaya dan mengerahkan seluruh potensi bangsa, krisis APD ini bisa diselesaikan tanpa harus ‘merampok’ ala negara-negara kaya itu,” ajak Dina.

Kita hempaskan saja para makelar masker dan APD yang tega menaikkan harga berlipat-lipat di saat bangsa ini didera musibah. (Ann)

Tags: Berita IndonesiaIndonesiaIndonesia NewsKabar IndonesiaNasionalPemerintahanWartaWarta Indonesia

Previous Post

Corona Virus seperti Bom Atom Hiroshima Nagasaki

Next Post

150 Bangsawan Kerajaan Saudi Terjangkit Corona

BeritaTerkait

Politik

PKB: NU Pilar Strategis Bangsa, Harus Tetap Kuat di Abad Kedua

Sabtu, 7 Februari 2026
Politik

Komisi XI DPR RI Dukung Pelanggaran di Pasar Modal Ditindak Tegas

Sabtu, 7 Februari 2026
Politik

Kapal Karam 4 Orang Hilang, Komisi V Minta Basarnas Gerak Cepat

Jumat, 6 Februari 2026
Ahmad Fauzi dalam agenda Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR ke Kantor Jalan Tol PT Marga Trans Nusa (MTN) di Kota Tangerang Selatan
Politik

Ahmad Fauzi: Jangan Korbankan Keselamatan Pengguna Jalan Tol Kunciran–Serpong

Jumat, 28 November 2025
Load More
Next Post

150 Bangsawan Kerajaan Saudi Terjangkit Corona

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Warta Terkini

Jaga Pasokan dan Stabilitas Harga Jelang Lebaran, Wapres Tinjau Pasar Gelondong Gede Tuban

Wapres Pimpin Rapat Koordinasi Penanganan Banjir di Tuban

Ke Jawa Barat, Wapres Tinjau Pelatihan AI dan Penguatan Literasi Digital

Terima Pegiat Esports, Wapres Dorong Penguatan Ekosistem dan Regenerasi Atlet Digital

Terima IKPI, Wapres Tegaskan Pentingnya Penguatan Ekosistem Perpajakan Nasional

Kunjungi Pasar Badung Bali, Wapres Tinjau Stabilitas Harga dan Transaksi Pembayaran Non Tunai

PKB: NU Pilar Strategis Bangsa, Harus Tetap Kuat di Abad Kedua

Komisi XI DPR RI Dukung Pelanggaran di Pasar Modal Ditindak Tegas

Populer

  • Margaret Aliyatul Maimunah Ketua Umum PP Fatayat NU 2022-2027

    Profil Margaret Aliyatul Maimunah Ketua Umum PP Fatayat NU Periode 2022-2027

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Edukasi Masyarakat, Sat Polair Polres Kobar Sosialisasi Program Quick Wins

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profil Drs. Ahmad Fauzi, dari Pesantren ke Parlemen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Review Spesifikasi HP Oppo, Menonjolkan Triple Camera Dan Layar 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Melihat Simulasi Bencana Gempa di Posko Tagana Jakut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Facebook Twitter Instagram Youtube
Warta Indonesia

Tentang Kami | Redaksi | Disclaimer | Contact

Pedoman Media Siber | Privasi Policy

SOP Perlindungan Wartawan 

© 2021-2024 Wartaindonesia.co.id | Portal Berita & Informasi Indonesia

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
  • Jabodetabek
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekbis
  • Hukum
  • Politik
  • Indeks

© 2021-2024 Wartaindonesia.co.id | Portal Berita & Informasi Indonesia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist